Kemarau dan Dampo’, Rasanya Memang Berjodoh
Klikhijau.com – Hal-hal yang ingin dikeringkan dengan sinar matahari, jauh lebih mudah di musim kemarau. Matahari bisa bersinar terik sepanjang hari. Tak ada awan, langit membiru manja.
Saat kemarau, biasanya pisang juga cukup melimpah. Jika dibiarkan tanpa diolah, akan jappo (bonyok) lalu berakhir jadi sampah.
Pada saat itulah pengetahuan lokal yang telah purba teruji mampu berbicara banyak. Ketika buah pisang cukup banyak dan matang/masak bersamaan. Pengetahuan memanfaatkan sinar matahari kemarau berperan penting.
Para tetua dulu memanfaatkannya dengan mengeringkan pisang yang telah masak itu. Memanggangnya di bawah terik matahari.
Pisang itu, ketika telah kering kemudian bersalin nama, namanya akan menjadi dampo’. Ini adalah olahan pisang yang telah turun temurun dan jadi makanan khas, khususnya di Sulawesi Selatan.
Dampo' adalah cara sederhana menyelamatkan pisang yang telah menguning (masak) dan dalam proses menuju jappo' (bonyok).
Kemarau sepertinya memang berjodoh dengan dampo’. Sebabnya, tak ada dampo' tanpa sinar matahari. Dan kemarau mengirimnya dengan sangat terik.
Semakin terik matahari, semakin cepat pula pisang masak mengering lalu menjadi dampo'.
Cara membuatnya tanpa ribet
Cara membuat dampo’ memang anti ribet. Cukup kupas pisangnya, belah jadi dua lalu jemur di bawah sinar matahari langsung. Biarkan saja di dalam pattapi atau dulang
Namun, untuk menjadi dampo' sempurna, sahabat hijau mesti berlatih bersabar. Karena harus ditunggui tiga sampai empat hari. Jika matahari malas-malasan bersinar, maka waktunya akan lebih lama.
Setelah kering, dampo' bisa bertahan lama. Simpan saja, jika ingin memakannya cukup nyalakan kompor, pasang wajan yang telah dituangi minyak.
Didihkan minyak, lalu masukkan dampo' yang telah bersaput terigu. Proses menggorengnya cukup cepat. Jadi, saat menggorengnya jangan tinggalkan area dapur.
Sebelum digoreng, sebaiknya direndam dulu dengan air dingin (bukan air es) agar lebih lunak. Setelah itu cuci bersih. Kita tak pernah tahu, apa yang hinggap saat dijemur pada dampo’.
Proses mencuci bertujuan agar dampo' lebih higienis saat dikonsumsi. Setelah dicuci bersih, bisa langsung ditaburi tepung terigu. Bolak balik hingga tersaput tepung. Semuanya.
Langkah selanjutnya, renangkan ke dalam wajan yang berisi minyak goreng mendidih. Tunggu hingga matang.
Penyelamat pisang masak
Dampo' adalah cara purba dalam mengawetkan pisang. Agar saat matang bersamaan dalam jumlah banyak, tidak terbuang.
Penganan tradisional ini bisa dijadikan bekal jika hendak melakukan perjalanan jauh, bukan hanya karena cara membuatnya jadi cemilan mudah, tetapi juga karena tahan lama alias awet.
Hanya jika ingin mengonsumsinya, ada hal lain yang mesti disiapkan, meski tak wajib, yakni kopi hitam tanpa gula (kopi santung).
Dampo' dan kopi santung rasanya jadi pasangan yang romantis. Pahitnya kopi akan tertutupi oleh manisnya dampo' dan manisnya dampo' akan dinetralkan oleh rasa pahit kopi.
Soal rasa, pisang yang didampo' memiliki rasa manis di atas rata-rata. Lebih enak. Dampo’ juga bisa langsung dikonsumsi tanpa digoreng terlebih dahulu. Hanya saja, banyak orang yang kurang cocok mengonsumsinya langsung, sebab akan berpengaruh pada perut—membuatnya mulas.