Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Kecuali Sampah di Kepala

Kecuali Sampah di Kepala   di halaman rumah, akan kutanami kacang hias. kau bisa berbetah-betah duduk pandangi bunganya yang kuning mentega. kau bisa menyeduhkanku kopi, lalu memintaku men...

Oleh Irhyl R Makkatutu 17 Dec 2023 02:18 2 menit baca

Kecuali Sampah di Kepala

  di halaman rumah, akan kutanami kacang hias. kau bisa berbetah-betah duduk pandangi bunganya yang kuning mentega. kau bisa menyeduhkanku kopi, lalu memintaku menghitung komedo di hidungmu yang pesek. aku akan melakukannya dengan senang hati, kau juga bisa menghitung kumisku yang tipis di kebun yang rawan erosi, kemarin sore telah kutanami kacang hias. ketika tumbuh melebat, kau tak perlu lagi takut pohon cengkeh akan menghilang saat hujan. kacang hias itu akan menahannya, mengikat tanahnya dengan kuat, sekuat pelukanmu saat gerimis pertama tahun ini di halaman rumah, saat kacang hias berbunga. kau bisa memelihara ayam bangkok atau ayam kate'. bunganya sungguh disukai ayam kau juga bisa menyaksikan lebah, kupu-kupu, capung, ngengat dan semua penyerbuk berpesta pora. tunggulah kacang hias itu berbunga. ketika bertumbuh, simpanlah sapu lidimu. kacang hias akan menelan semua sampah. kecuali sampah dalam kepala dan hati kita 2023 [irp]

Buah Naga dan Bibirmu

  buah naga itu mulai memerah di depan rumah. rumah yang masih menyimpan aroma pipismu. "aku suka buah naga," katamu "aku juga," kau menatap mataku. aku menatap bibirmu. tiap kali buah naga memerah. merahnya ingatkanku pada bibirmu. yang suatu subuh yang gerimis. aku mencuri cium darinya kita telah kehilangan banyak hal, kecuali kenangan subuh itu. kita kehilangan pohon jambu, beringin, caung, kupu-kupu dan udara segar namun, napasmu selalu segar saja dalam napasku air terus mericik di depan rumah buah naga terus berbuah pohon cengkeh menghijau rindu. aromanya menagih kau ciumi. segala hal dari rumah kayu ini, menagih tibamu yang enggan. dan aku di teras rumah pagi ini, menatap jalan raya yang sepi itu. menerka-nerka arah datangmu membawa kipas angin 2023 [irp]

Ke Mana Akhir Pekan Itu?

  kita sedang mengisi teka teki silang yang kekurangan kotak. tak ada jawaban pasti di masa mendatang ikan tawar kesukaanmu dilaporkan banyak terancam punah. dan kau tak pernah kuasa berpuasa suhu laut semakin meningkat, ke mana kita akan berakhir pekan? pantai semakin gerah dan hilang pemandangan indahnya. ditelan sampah plastik yang terus berdatangan tanpa henti. apa kita mesti ke hutan, tapi kau takut dengan kaki seribu. pun hutan telah kehilangan pohonnya. gerah akan tetap bersetia mengekori sedang kupikirkan, akhir pekan nanti ke mana? tak ada lagi arah. kita sedang mengisi teka teki silang yang kotaknya tak cukup. namai ia masa depan 2023 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #puisi ekologi #buah naga #sastra dan ekologi #kacang hias