Kabar Baik, Populasi Burung Curik Bali Meningkat di Kawasan TN Bali Barat
Klikhijau.com – Populasi burung Curik Bali mengalami peningkatan signifikan di habitat alaminya di kawasan Taman Nasional (TN) Bali Barat. Monitoring yang dilakukan dalam setahun terakhir menunjukk...
Klikhijau.com – Populasi burung Curik Bali mengalami peningkatan signifikan di habitat alaminya di kawasan Taman Nasional (TN) Bali Barat.
Monitoring yang dilakukan dalam setahun terakhir menunjukkan tren menggembirakan. Hasil monitoring pada akhir Mei 2020 lalu misalnya, populasi burung Curik Bali berjumlah 303 ekor, meningkat dari tahun 2019 yang hanya berjumlah 256 ekor.
Data terbaru di bulan November 2020, populasi burung Curik Bali kini berjumlah 341 ekor, meningkat tajam dari data sebelumnya 2019 dan data 2015 yang hanya berjumlah 57 ekor.
Menurut Ilmi Budi Martani (Kepala Sub Bagian TU BKSDA Jawa Tengah), di Jawa Tengah terdapat 366 unit penangkar burung, dengan 268 diantaranya adalah penangkar burung Curik Bali.
Peningkatan populasi burung curik bali di habitat alami kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tidak terlepas dari dukungan para pihak. Penangkar burung curik bali di Jawa Tengah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah kembali melaksanakan restocking di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
[irp]
Selain memberikan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), usaha penangkaran mampu menyerap kurang lebih 700 tenaga kerja di luar pihak lain yang terlibat seperti penjual pakan, kandang dan usaha lainnya.
Terbaru, penyerahan burung dilaksanakan secara seremonial di Aula Kantor Balai TNBB yang dihadiri oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Drh. Indra Exploitasia pada Kamis 3 Desember 2020.
Indra dalam arahannya menyampaikan bahwa strategi ex-situ link to in-situ merupakan bagian dari upaya peningkatan populasi di alam. Upaya konservasi ini bertujuan untuk memulihkan populasi satwa-satwa prioritas yang terancam punah.
"Strategi ini memerlukan proses panjang yang dimulai dari keberhasilan menangkarkan burung dan kesediaan untuk menyerahkan 10 persen dari hasil penangkaran sebagai bagian dari restocking," terang Indra.
[irp]