Kabar Baik, Dua Orangutan Jantan Berhasil Diselamatkan di Semarang

Klikhijau.com - Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia berhasil men...

Kabar Baik, Dua Orangutan Jantan Berhasil Diselamatkan di Semarang
Bacakan Artikel

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Temia menyebut mereka terindikasi malnutirisi yang menyebabkan keduanya mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya.

Hal tersebut juga ditunjukkan dengan sejumlah tanda fisik yang tidak normal di tubuh mereka. Nutrisi tidak seimbang yang diberikan ke mereka selama ini juga dapat membuat keduanya rentan terhadap berbagai penyakit.

“Kondisi keduanya memprihatinkan karena selama ini mereka terkurung di dalam kandang yang sempit dan tidak memenuhi syarat. Tidak hanya itu, pantauan di lapangan juga menunjukan bahwa aspek kesejahteraan (welfare) mereka sebagai satwa tidak terpenuhi,” tambahnya lagi.

Selanjutnya BKSDA Kalbar pun telah memastikan bahwa kandang dan semua fasilitas kesehatan di pusat rehabilitasi IAR Indonesia layak dan memenuhi syarat untuk merawat satwa milik negara ini. Segala proses adminitrasi juga sudah dirampungkan oleh BKSDA Kalbar untuk memastikan satwa ini dapat segera sampai di tempat yang lebih baik tanpa ada hambatan.

Sadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat menyatakan jika upaya ini merupakan kerjasama yang luar biasa semua pihak.

"Kita berhasil membawa pulang 2 individu orangutan kalimantan ke rumah sementaranya di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan IAR Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat," tuturnya.

Namun menurutnya, hal ini juga menjadi keprihatian kita bersama bahwa pemeliharaan satwa liar dilindungi masih banyak dilakukan oleh masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam mengkampanyekan pengelolaan keanekaragamanhayati untuk lebih menumbuhkembangkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian jenis-jenis endemik Indonesia tersebut.

Selaras dengan itu, Karmele L. Sanchez, Direktur Program IAR Indonesia pun mengungkapkan jika dirinya masih merasa sangat sedih melihat orangutan yang seharusnya hidup bebas di alam, dikurung dalam kandang selama hidupnya.

"Proses rehabilitasi orangutan yang sangat rumit dan panjang, akan jauh lebih sulit dilakukan pada orangutan yang yang sejak lahir sudah dikurung di kandang dan tidak pernah belajar hidup di alam bebas selama hidupnya," ucapnya.

Ditambahkan lagi olehnya, apabila orangutan ini memiliki penyakit atau kelainan dan cacat akibat pemeliharaan yang salah, maka orangutan ini tidak akan mampu lagi untuk hidup bebas di habitat aslinya. Mereka harus hidup di sanctuary IAR Indonesia selama sisa hidupnya.

Meski demikian dirinya bersama Yayasan IAR Indonesia yang sudah menyelamatkan orangutan di Kalimantan Barat selama lebih dari 10 tahun mengaku sangat bahagia sekaligus bangga bisa berperan serta dalam upaya penyelamatan orangutan ini untuk membantu memberinya kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.

"Kami berharap, seluruh masyarakat bisa turut berperan dan berpartisipasi dalam menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya. Indonesia harus bangga sebagai satu-satunya negara yang memiliki tiga spesies orangutan," lanjutnya

Atas upaya penyelamatan dan translokasi orangutan ini Direktur KKH KLHK, Indra Exploitasia menyatakan bahwa, "Kesejahteraan satwa merupakan hal penting dalam upaya konservasi. Untuk itu dalam proses konservasi baik in situ maupun ex situ, terselenggaranya kesejahteraan hewan perlu dijamin dan hal ini juga merupakan mandat undang-undang yang harus dilaksanakan oleh setiap pelaku usaha yang bergerak dibidang konservasi satwa."

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2