Jempol, Desa Mandiri Energi Berbasis Aren Dikembangkan di Boalemo

Klikhijau.com - Sebagai terobosan kegiatan Litbang, Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), salah satu unit kerja Badan Litbang dan Inovasi KLHK, telah menghasilkan IPTEK pemanfaatan potensi aren sebagai bi...

Jempol, Desa Mandiri Energi Berbasis Aren Dikembangkan di Boalemo
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sebagai terobosan kegiatan Litbang, Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), salah satu unit kerja Badan Litbang dan Inovasi KLHK, telah menghasilkan IPTEK pemanfaatan potensi aren sebagai bioetanol di Desa Botumoito, Boalemo.

Terkait kelangkaan elpiji yang sering terjadi di sana, ini diharapkan dapat menjadi solusi jitu mengingat bioetanol aren potensial digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Pembuatan bioethanol dari nira aren yang dihasilkan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), KLHK telah diadopsi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Boalemo.

Berangkat dari keberhasilan penerapan IPTEK tersebut, P3HH menginisiasi Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren di Boalemo, Gorontalo.

Desa Bendungan di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo ini akan menjadi desa model pemanfaatan aren secara komprehensif, yaitu sebagai bioenergi dan pangan, sekaligus sebagai leverage pengembangan perekonomian desa.

Optimasi pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah aren dengan nama latin Arenga pinnata ini akan menjadi upaya dan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat di Boalemo.

Hal ini karena aren sangat prospektif diolah menjadi bioenergi maupun produk pangan, terlebih karena di sana, potensi bahan baku aren ini sangat berlimpah.

Pengembangan desa mandiri berbasis aren itu nyata, konkrit karena bahan bakunya melimpah. Indonesia memiliki 70 ribu hektar aren yang tumbuh secara alami di 14 Provinsi.

Potensi ekonomi

Secara ekonomi, memproduksi bioethanol dari nira aren akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan hanya mengandalkan produksi gula aren atau gula semut.

Hitung-hitungannya, dengan 15-20 liter/hari/pohon berarti Desa Bendungan yang dijadikan desa model pemanfaatan aren yang memiliki 4.500 pohon aren siap panen ini akan menghasilkan nira aren 90.000 liter/hari atau 2.700.000 liter/bulan.

Dengan teknologi pengolahan aren yang diadopsi, 25 liter nira aren akan menghasilkan minimal 2 liter bioethanol. Berarti, bioethanol yang dihasilkan 216.000 liter/bulannya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2