Jalur Perdagangan Gelap Flora Fauna, Mengapa Pelabuhan Makassar Jadi Titik Krusial Pengawasan?

Jalur Perdagangan Gelap Flora Fauna, Mengapa Pelabuhan Makassar Jadi Titik Krusial Pengawasan?
Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Gelar Patroli Gabungan di Luar Kawasan Konservasi untuk Pencegahan Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pengawasan terhadap keanekaragaman hayati kerap kali terfokus pada area hutan konservasi, taman nasional, atau cagar alam. Padahal, mata rantai perburuan dan perdagangan ilegal tumbuhan serta satwa liar justru menemukan celah paling kritis ketika material hayati tersebut berhasil keluar dari habitat aslinya dan memasuki jaringan distribusi angkutan massal. 

Laut menjadi salah satu jalur utama pergerakan barang ilegal antarpulau, memanfaatkan padatnya lalu lintas kapal penumpang dan kapal kargo yang menghubungkan kawasan timur dengan bagian barat Indonesia.

Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar memegang peranan sebagai simpul logistik dan transportasi laut paling sibuk di wilayah Indonesia Timur. Posisi geografisnya yang strategis menjadikan pelabuhan ini jalur transit vital untuk pergerakan penumpang dan komoditas. Namun, keramaian arus muatan barang di pelabuhan ini juga menyimpan kerentanan besar.

Berbagai spesies endemik dari Papua, Maluku, hingga kepulauan Sulawesi yang diambil secara ilegal sering kali diangkut melalui terminal penumpang atau diselipkan dalam muatan barang untuk mengelabuhi petugas sebelum didistribusikan ke kota-kota besar di Jawa atau diekspor ke luar negeri.

Langkah taktis pengetatan pengawasan lintas instansi dilakukan oleh tim gabungan di kapal PELNI Labobar yang bersandar di Makassar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2