Jabejabe, Gulma yang Hobi Menggoreskan Luka
Klikhijau.com – Jika saya ke kebun ada satu jenis gulma yang paling saya hindari. Namanya jabejabe. Jabe bisa diartikan dengan genit. Dinamai demikian karena sifatnya memang jabe ‘genit’. Siapa pun...
Klikhijau.com – Jika saya ke kebun ada satu jenis gulma yang paling saya hindari. Namanya jabejabe. Jabe bisa diartikan dengan genit.
Dinamai demikian karena sifatnya memang jabe ‘genit’. Siapa pun yang lewat atau menyentuh batangnya ia akan digoda dengan goresan melalui durinya.
Jabejabe lebih dikenal dengan Mimosa invisa, putri malu besar, rebah bangun. Di Sunda dikenal dengan Jukut barong dan di Jawa dinamai Baret. Gulma ini masih kerabat dekat dengan putri malu (Mimosa pudica).
Sedangkan jabejabe adalah nama yang diberikan warga di kampung saya, Bulukumba kepada gulma yang masuk famili Fabaceae atau suku polong-polongan ini.
[irp]
Gulma ini masuk genus Mimosa. Jadi wajar jika dilihat sekilas memang tampak sama, namun jika ditelisik lebih saksama akan terdapat perbedaannya yang mencolok.
Gulma ini kalah populer dari kerabat dekatnya, yakni putri malu. Jika daun putri malu disentuh akan menutup diri untuk melindingi dirinya dengan berpura-pura layu. Jabejabe tidak demikian, respons daunnya sangat lambat jika disentuh. Ia terkesan abai saja.
Ciri lain yang membedakannya dengan putri malu, jabejabe lebih besar dan jangkuan jalarnya lebih jauh.
Mungkin terlihat abai karena memiliki senjata berupa duri yang memenuhi batangnya, bisa membuat luka, senjata yang cukup ‘haus darah’ jika menyentuh kulit.
Kulit siapa pun tersentuh akan tergores luka oleh durinya yang memenuhi batang dan tangkainya. Kenapa saya menghindarinya, karena gulma ini memiliki duri yang mengesalkan.
Apalagi jika batangnya telah kering. Durinya begitu bersentuhan dengan kulit akan terlepas lalu menancap dan begitu akan menyebabkan luka gores yang perih.