IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolaborasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia

IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolaborasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia
Kolaborasi Perkuat Konservasi - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa konservasi spesies di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, peneliti, akademisi, organisasi konservasi, dan masyarakat. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai keahlian, memperkuat basis data dan pengetahuan ilmiah, serta memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi konservasi yang nyata. “Kami berharap jejaring lintas taksa yang dibangun melalui forum ini dapat menghasilkan gagasan, inovasi, dan kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab tantangan konservasi spesies, sekaligus mendukung pencapaian target konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan komitmen global.” ujar Dr. Ahmad Munawir.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Inge Retnowati, M.E. juga mengatakan hal yang senada, beliau menjelaskan bahwa konservasi biodiversitas membutuhkan kolaborasi yang kuat, berbasis ilmu pengetahuan, dan melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para ahli dari beragam kelompok taksa, berbagi perkembangan penelitian dan pengetahuan, sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi tantangan konservasi spesies di Indonesia. Inge berharap forum ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi mampu mendorong terbentuknya kolaborasi nyata, memperkuat kualitas data dan informasi keanekaragaman hayati, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung kebijakan dan aksi konservasi secara lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna juga mengatakan bahwa konservasi spesies tidak dapat hanya mengandalkan satu kelompok atau satu pendekatan, tetapi membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan di lapangan, serta keterlibatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menjembatani pengetahuan dan pengalaman dari berbagai kelompok taksa dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga hasil riset dan data ilmiah dapat diterjemahkan menjadi aksi konservasi yang lebih tepat sasaran dan berdampak. 

“Kami melihat jejaring seperti IdSSG memiliki peran strategis dalam membangun sinergi lintas pihak, mendorong inovasi, serta memperkuat kerja bersama untuk memastikan spesies dan ekosistem Indonesia tetap terlindungi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya” ujar Dolly, yang juga sebagai pengajar di Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Menurut Silvi Dwi Anasari, selaku anggota IUCN IdSSG yang bekerja di Ecosystem Impact Foundation, Simeulue Aceh, mengikuti Konferensi dan Pertemuan Anggota IdSSG menjadi pengalaman yang berkesan karena dapat berinteraksi dengan anggota IdSSG lainnya untuk saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan serta menjadi inspirasi bagi sesama. 

"Harapannya, apa yang diperoleh selama kegiatan ini dapat dibagikan kembali di tempat kerja, diterjemahkan dalam tindakan nyata, dan menjadi pengetahuan bersama terutama melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dalam menjaga alam. Karena konservasi bukan hanya tentang menjaga apa yang ada hari ini, tetapi tentang memastikan pengetahuan, kepedulian, dan aksi terus tumbuh dari satu tempat ke tempat lainnya,." katanya.

Freddy Pattiselanno, anggota IdSSG dari Universitas Papua juga menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik karena dapat mengumpulkan anggota dari berbagai daerah dengan takson yang sangat beragam dan saling berbagi informasi. "Tentunya kita berharap ada keberlanjutan supaya informasi-informasi yang ada dapat menjadi kesatuan dan bermanfaat ke depannya,.” ujarnya.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan baru, tentang konservasi biodiversitas di Indonesia. “Kami berterima kasih kepada IdSSG, Belantara Foundation dan mitra lainnya, yang telah mengajak Universitas Pakuan terlibat aktif pada kegiatan ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi upaya perlindungan dan pengelolaan biodiversitas secara adil dan berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman pada bidang konservasi biodiversitas secara berturut-turut yaitu Advisor IUCN SSC IdSSG, Yokyok Hadiprakarsa; Regional Coordinator, Forest and Drylands IUCN Asia, Dr. Satrio Wicaksono.; Executive Secretary Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN, Dr. Ruliyana Susanti, M.Si.; Co-Executive Director PROGRES Sulawesi, Sheherazade, Ph.D. Candidate., Dosen Prodi Rekayasa Kehutanan ITERA, Dr. Rizki Kurnia Tohir; Chairman/CEO YAPEKA, Akbar A. Digdo dan Independent Consultant, Dwi Nugroho Adhiasto.

 

 

 

 

 

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2