International Flower Competition 2019, Kompetisi Peduli Lingkungan di Bali

Klikhijau.com - Tiap-tiap negara memiliki isu dan permasalahan lingkungan yang tidak dapat dihindarkan. Di Indonesia sendiri memiliki pekerjaan-pekerjaan rumah seputar permasalahan lingkungan yang p...

International Flower Competition 2019, Kompetisi Peduli Lingkungan di Bali
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Tiap-tiap negara memiliki isu dan permasalahan lingkungan yang tidak dapat dihindarkan. Di Indonesia sendiri memiliki pekerjaan-pekerjaan rumah seputar permasalahan lingkungan yang perlu ditangani dan diselesaikan.

Persoalan lingkungan merupakan permasalahan multidimensional dan melibatkan banyak pemangku-pemangku kepentingan. Penting bagi kita untuk melihat permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita, karena kualitas lingkungan akan sangat mempengaruhi kualitas hidup kita secara langsung.

Banyak pihak berbondong-bondong untuk mengangkat isu lingkungan. Salah satunya adalah Hanging Gardens of Bali. Hanging Gardens of Balibekerjasama dengan iNews TV akan menyelenggarakan International Flower Competition (IFC) 2019 yang akan digelar di Bali pada 29 Juli 2019. Kompetisi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pelestarian lingkungan hidup.

Kendatipun bertajuk internasional, sayangnya para peserta dalam kompetisi ini satupun tidak yang ada berasal dari luar negeri. Kompetisi ini hanya diikuti masyarakat lokal Bali dengan memperebutkan hadiah sebesar Rp 1 miliar untuk satu orang pemenang saja.

Owner Ade Chairani Nursafitri mengatakan, sebelumnya telah mengadakan Opening Ceremony di tanggal 24 Juni 2018 lalu, dan diikuti 185 peserta yang tersebar di seluruh Bali.

"Tujuan diselenggarakan kompetisi ini untuk membawa keindahan, ketenangan hidup dan kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat," ujar Nir Paretz di iNews Tower, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 19 Juni 2019.

Nir Paretz mengatakan, kompetisi ini merupakan bagian dari percobaan yang akan diadakan di kota-kota lainnya di Indonesia bahkan menjangkau skala Internasional.

Adapun gagasan awal diadakannya kompetisi ini, berawal dari rasa keprihatinan terhadap tingginya penggunaan sampah plastik di Bali.

"Penggunaan sampah plastik di Bali sudah mengkhawatirkan maka perlu adanya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menghijaukan, mempercantik serta memperindah pulau Dewata ini," ungkapnya.

Mengapa di Bali?

Nir Paretz menjelaskan, pemilihan Bali sebagai tempat diselenggarakannya kompetisi ini tak lain karena masyarakat Bali sendiri dalam kesehariannya sering menjadikan bungan sebagai salah satu pelengkap dari ritus keagamaan masyarakat di wilayah berjuluk Pulau Dewata itu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow