Ini Negara Paling Tidak Aman bagi Aktivis Lingkungan Tahun Lalu, Menurut Global Witness
Klikhijau.com – Pejuang atau aktivis lingkungan hidup terkadang harus menjalani hidup tanpa ketenangan. Sebab mereka berada dalam berbagai ancaman. Banyak negara yang menganggap pejuang atau pembel...
Klikhijau.com – Pejuang atau aktivis lingkungan hidup terkadang harus menjalani hidup tanpa ketenangan. Sebab mereka berada dalam berbagai ancaman.
Banyak negara yang menganggap pejuang atau pembela lingkungan adalah penghambat. Karena dianggap demikian, maka mereka harus “disingkirkan”
Negara yang dinilai paling tidak aman bagi aktivis lingkungan adalah Kolombia. Padahal Kolombia adalah tuan rumah konferensi keanekaragaman hayati COP16 Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2024.
Klaim itu sebagaimana dilansir dari Ecowatch diungkapkan oleh Global Witness, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Inggris. Kelompok ini melaporkan rekor 79 orang tewas.
[irp]
Menurut oleh Global Witness, jumlah tersebut merupakan jumlah kematian tertinggi yang pernah dicatat oleh Global Witness untuk satu negara dalam satu tahun.
Laura Furones , penulis utama laporan tersebut yang juga penasihat senior pembela tanah dan lingkungan di Global Witness mengatakan, angka itu benar-benar mengerikan. Temuan mereka bersifat konservatif dan angka-angka tersebut kemungkinan tidak lengkap.
“Laporan Tahun lalu, 196 aktivis tanah dan lingkungan terbunuh, dengan 85 persen kematian dilaporkan terjadi di Amerika Latin,” kata laporan itu
Sedangkan menurut Nonhle Mbuthuma, pendiri Amadiba Crisis Committee bahwa lLaporan tersebut menunjukkan bahwa di setiap wilayah di dunia, orang-orang yang bersuara dan menyoroti kerusakan yang disebabkan oleh industri ekstraktif, seperti penggundulan hutan, polusi, dan perampasan tanah, menghadapi kekerasan, diskriminasi, dan ancaman.
“Kami adalah pembela tanah dan lingkungan. Dan ketika kami bersuara, banyak dari kami yang diserang karena melakukannya,” ujar pemenang Penghargaan Goldman 2024 itu dalam kata pengantarnya.
[irp]