Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Ini Negara Paling Tidak Aman bagi Aktivis Lingkungan Tahun Lalu, Menurut Global Witness

Klikhijau.com – Pejuang atau aktivis lingkungan hidup terkadang harus menjalani hidup tanpa ketenangan. Sebab mereka berada dalam berbagai ancaman. Banyak negara yang menganggap pejuang atau pembel...

Oleh Tim Redaksi 21 Sep 2024 12:47 3 menit baca
Klikhijau.com – Pejuang atau aktivis lingkungan hidup terkadang harus menjalani hidup tanpa ketenangan. Sebab mereka berada dalam berbagai ancaman. Banyak negara yang menganggap pejuang atau pembela lingkungan adalah penghambat. Karena dianggap demikian, maka mereka harus “disingkirkan” Negara yang dinilai paling tidak aman bagi aktivis lingkungan adalah Kolombia. Padahal Kolombia adalah tuan rumah konferensi keanekaragaman hayati COP16 Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2024. Klaim itu sebagaimana dilansir dari Ecowatch diungkapkan oleh  Global Witness, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Inggris. Kelompok ini melaporkan rekor 79 orang tewas. [irp] Menurut oleh  Global Witness, jumlah tersebut merupakan jumlah kematian tertinggi yang pernah dicatat oleh Global Witness untuk satu negara dalam satu tahun. Laura Furones , penulis utama laporan tersebut yang juga penasihat senior pembela tanah dan lingkungan di Global Witness mengatakan, angka itu benar-benar mengerikan. Temuan mereka bersifat konservatif dan angka-angka tersebut kemungkinan tidak lengkap. “Laporan Tahun lalu, 196 aktivis tanah dan lingkungan terbunuh, dengan 85 persen kematian dilaporkan terjadi di Amerika Latin,” kata laporan itu Sedangkan menurut Nonhle Mbuthuma, pendiri Amadiba Crisis Committee bahwa lLaporan tersebut menunjukkan bahwa di setiap wilayah di dunia, orang-orang yang bersuara dan menyoroti kerusakan yang disebabkan oleh industri ekstraktif, seperti penggundulan hutan, polusi, dan perampasan tanah, menghadapi kekerasan, diskriminasi, dan ancaman. “Kami adalah pembela tanah dan lingkungan. Dan ketika kami bersuara, banyak dari kami yang diserang karena melakukannya,” ujar pemenang Penghargaan Goldman 2024 itu dalam kata pengantarnya. [irp]
Janji presiden
Reuters melaporkan jika Gustavo Petro, presiden Kolombia  yang terpilih pada tahun 2022, telah berjanji untuk membantu masyarakat mencari keadilan lingkungan. Sang presiden menyebut posisi Kolombia di puncak daftar Global Witness “tidak terhormat.” Laporan itu juga menemukan Kolombia menjadi negara paling mematikan bagi para pembela lingkungan tahun sebelumnya, dengan sedikitnya 60 orang tewas pada tahun 2022. “Kita tidak dapat memenangkan perjuangan melawan krisis iklim dan alam tanpa perlindungan yang lebih besar bagi para pembela ,” kata Furones dikutip dari Ecowatch. [irp] Global Witness akui sulit untuk menetapkan penyebab pembunuhan tersebut , tetapi pertambangan merupakan pendorong terbesar pada tahun 2023, dengan 25 pembunuhan yang dilaporkan terkait dengan industri tersebut. Seiring dengan meningkatnya krisis iklim , mereka yang menggunakan suara mereka untuk membela planet kita dengan berani justru menghadapi kekerasan, intimidasi, dan pembunuhan. “Data kami menunjukkan bahwa jumlah pembunuhan masih sangat tinggi, suatu situasi yang tidak dapat diterima," kata Furones. Hampir 90 persen dari mereka yang terbunuh pada tahun 2023 adalah laki-laki, dengan 43 persen berasal dari masyarakat adat . Jumlah total pembunuhan yang tercatat sejak tahun 2012 — saat Global Witness mulai melaporkan data tersebut adalah 2.106. “Pelanggaran hak-hak dasar ini oleh pemerintah dan perusahaan yang mengejar keuntungan bukan sekadar kerusakan tambahan yang kecil. Tindakan mereka memiliki konsekuensi yang mengubah hidup kita semua. Mengetahui hidup saya dalam bahaya setiap hari sangat membebani. Dan saya tahu saya tidak sendirian,” tulis Mbuthuma. [irp] Dari Ecowatch
Topik terkait
#keanekaragaman hayati #aktivis lingkungan #perusahaan #pemerintah #ancaman aktivis lingkungan #kolombia