Ibu dan Manfaat Biji Labu Kuning yang Sering Disimpannya
Klikhijau.com - Ibu sangat suka menyimpan biji labu kuning (Cucurbita moschata). Meski tidak semua jenis biji labu kuning akan disimpannya. Hanya yang telah benar-benar masak atau matang dan rasa bua...
Klikhijau.com - Ibu sangat suka menyimpan biji labu kuning (Cucurbita moschata). Meski tidak semua jenis biji labu kuning akan disimpannya. Hanya yang telah benar-benar masak atau matang dan rasa buahnya kahu. Kahu adalah istilah lokal masyarakat Kindang untuk buah yang rasanya "sempurna". Kahu adalah lawan kata dari lora, rasa buah atau biji yang 'hampa'.
Biji labu kuning yang disimpan Ibu itu, biasanya untuk kembali ditanam atau dibudidayakan, terkadang pula disangrai lalu dijadikan bubuk kemudian dicampurkan ke makanan atau dibuat sambal.
Hanya saja, biji labu kuning tidak serta merta langsung disimpan, biasanya dikeringkan lebih dulu di bawah sinar matahari. Setelah kering, barulah disimpan. Dan bisa berumur hingga tahunan.
Bebijian, apapun jenisnya, jika akan dibibit atau disemai untuk ditanam kembali, selalu dikeringkan lebih dulu. Sebab jika masih basah lalu bersentuhan dengan tanah, biasanya akan membusuk. Gagal tumbuh.
[irp]
Kesukaan Ibu menyimpan biji labu kuning, membuat saya iseng mencari tahu. Apa manfaat biji labu kuning sebenarnya.
Keisengan itu mengantarkan saya bertemu dengan Primawati (2007) yang mengungkapkan bahwa biji labu kuning mengandung kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 3,9489 mg asam galat/g sampel dan 47,011%.
Zakaria dkk (2023) memiliki pendapat lain, bahwa biji labu kuning mengandung senyawa antigizi yang merupakan jenis asam fitat.
Senyawa asam fitat menurutnya, apabila terdapat pada bahan pangan dapat menimbulkan kerugian. Hal itu disebabkan akan terganggunya penyerapan zat gizi dan memberi sifat sensori yang berupa rasa pahit.
[irp]
Karena itu, sebelum mengonsumsi biji labu kuning perlu dilakukan penghilangan senyawa asam fitat. Salah satu caranya adalah dengan perebusan.
Biji labu kuning rupanya tidak hanya bisa dikonsumsi, tetapi juga bisa dijadikan sebagai produk kecantikan untuk perawatan kulit.
Hal ini diungkapkan oleh Mutia dkk (2024) bahwa biji labu kuning mengandung antioksidan seperti vitamin E, karotenoid, dan asam lemak esensial, efektif melawan radikal bebas dan memperlambat penuaan kulit, sehingga dapat menjadikan pilihan tepat untuk krim anti-aging ramah lingkungan. Krim anti-aging ekstrak biji labu kuning memiliki manfaat dalam meningkatkan kelembapan kulit.
Kandungan lainnya adalah steroid, flavonoid, alkaloid dan tanin. Kandungan flavonoid tersebut berperan sebagai antioksidan. Sedangkan kandungan beta karoten mampu mengikat oksigen, menghambat oksidasi lipid, dan mengurangi radikal peroksil (Azizah et al., 2023). Karotenoid memiliki peran melindungi membran sel dan lipoprotein terhadap radikal bebas saat karotenoid aktif sebagai antioksidan
[irp]
Wulandari et al., (2022) mengungkapkan bahwa krim anti-aging ekstrak labu kuning memiliki antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 > 50 ppm, sedangkan pada tipe krim ini memiliki nilai HLB 10,7 yang artinya krim ini termasuk kedalam tipe M/A.