Ibu Atma, Perempuan yang Mencintai Sampah

Klikhijau.com - Awal bulan dalam penanggalan baru di bulan Agustus 2022, KLIKHIJAU bersama komunitas Manggala Tanpa Sekat (MTS) mengadakan sharing session bertajuk, "Brain Storming : Ekonomi Sirkular...

Ibu Atma, Perempuan yang Mencintai Sampah
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Demi melihat langsung aktivitas Ibu Atma, kami pun bergegas masuk garasi. Kami diperlihatkan jenis yang dikumpulkan hingga hingga ruang belakang garasi.

Cerita awal perjumpaan

Awal perjumpaan saya dengan Ibu Atma sejatinya sudah terjadi sejak 14 Juli 2022. Saat itu Anis Kurniawan dari klikhijau.com mengajak saya dan Mashud Azikin, founder MTS untuk ikut menyambangi kediaman Ibu Atma.

Rumah besar itu sepintas dari luar tampak tak berpenghuni. Dari balik pagar hanya terlihat tumpukan karung plastik sampah yang membuat teras rumah jadi sempit. Saat kami menghampiri pintu pagar tulisan dikarung terlihat dengan jelas 'Bank Sampah'.

Di samping rumah ada garasi. Tempat ini tak luput dari tumpukan berbagai jenis sampah kering. Area ini menjadi tempat Ibu Atma beraktifitas untuk memilah sampah dalam kategori sejenis.

Mulai dari kardus, rak telur, kertas/buku, kaleng, plastik air gelas, botol plastik hingga tutup botolnya bersemayam di sini, menanti dipersatukan berdasarkan warna dan kelompok yang sama.

Hujan perlahan mulai reda. Tak lama berselang kami pamit untuk pulang. Ibu Atma ikut mengantar kami sampai depan rumahnya. Saat kami mulai menghampiri kendaraan, Ibu Atma dengan sigap memungut potongan kertas yang tergolek basah disamping mobil. "Ini juga akan ada harganya," ujar Ibu Atma saat saya melihatnya secara tak sengaja.

Kejadian itu begitu membekas, hingga Ibu Atma memenuhi memenuhi undangan komunitas Manggala Tanpa Sekat untuk berbagi kisahnya dalam Rembuk komunitas MTS.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2