Hari Bumi Sedunia 2021, Kolaborasi Pulihkan Bumi
Klikhijau.com – Hari bumi sedunia diperingati setiap 22 April menjadi momen penting untuk mengintrospeksi diri atas bumi kita. "Restore Our Eart” atau “Pulihkan Bumi” adalah tema besar yang diusung...
Klikhijau.com – Hari bumi sedunia diperingati setiap 22 April menjadi momen penting untuk mengintrospeksi diri atas bumi kita.
"Restore Our Eart” atau “Pulihkan Bumi” adalah tema besar yang diusung tahun ini—suatu tema yang sangat kritikal dan seolah menggeruduk kesadaran bersama.
Yah, bumi memang sedang berada pada fase yang mencemaskan dengan kompleksitasnya. Sementara manusia yang menghuninya sedang bergerak kencang memacu target ambisius untuk pertumbuhan dan kemajuan.
Narasi besar inilah yang mengubah wajah bumi dan melahirkan ragam bencana ekologis bertubi-tubi.
Seperti seseorang yang tak henti berlari dan terus diintrogasi, ia tersengal dan kehilangan kekuatan. Begitulah bumi kita dengan sumber dayanya yang terus dieksploitasi tanpa menimbang carryng capasity-nya. Bumi dikeruk bahkan dirusak setiap saat atas nama ambisi pembangunan ekonomi dan mungkin kesejahteraan.
[irp]
Ilustrasi-Foto/livegreen2go[/caption]
[irp]
Kekhawatiran akan kerusakan akibat pencemaran dan industrialisasi yang pesat di masa itu sempat diabadikan oleh Rachel Carson dalam bukunya berjudul "Silent Spring (1962)" yang berkisah mengenai bahaya pestisida di pedesaan Amerika.
Lalu, beberapa tahun setelahnya sebuah tragedi besar terjadi yakni kebakaran besar di Sungai Cuyahoga, Cleveland akibat pembuangan limbah kimia ke sungai. Inilah tragedi krusial yang memantik kesadaran kolektif untuk melindungi sumber daya alam.
Sejak itu pula, yakni di tahun 1969, bermunculan aktivis peduli lingkungan yang fokus menyoroti isu pencemaran lingkungan berskala besar, seperti polusi udara oleh pabrik dan pembuangan limbah yang belum diatur secara ketat.
Jadi, semangat Hari Bumi amat jelas secara historis, untuk membangkitkan kembali perhatian kita pada masalah lingkungan yang berdampak pada kualitas lingkungan.
Pandemi Covid-19 sejatinya menginspirasi kita untuk kembali memandang bumi sebagai ruang yang perlu dijaga dengan cinta. Para ilmuan mengaitkan pandemi dengan kerusakan keanekaragaman hayati dan bila tidak segera kita akhiri eksploitasi berlebihan, wabah lain dengan skala lebih besar boleh jadi menanti kita.
Ayo kita memulai melakukan sesuatu untuk bumi. Dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas kita. Dari hal-hal kecil yang dapat berdampak luas pada bumi.
Mari berkolaborasi! Bila perlu, kita rayakan hari bumi setiap hari dan setiap detiknya agar segala tindak tanduk kita memastikan tak merusak tatanan bumi!
[irp]