Gelorakan Literasi Hijau, Balai PSKL Sulawesi Gelar ‘In House Training’

Klikhijau.com - Literasi di era sekarang menjadi warna yang penting dalam mengungkap isu-isu fenomenal mengenai Hutan Sosial dari akar rumput. Hal inilah yang mendasari Balai Perhutanan Sosial dan...

Gelorakan Literasi Hijau, Balai PSKL Sulawesi Gelar ‘In House Training’
Bacakan Artikel
Atika

Artikel terbaru dari Atika (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Klikhijau.com - Literasi di era sekarang menjadi warna yang penting dalam mengungkap isu-isu fenomenal mengenai Hutan Sosial dari akar rumput.

Hal inilah yang mendasari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sulawesi mennyelenggarakan kegiatan In House Training Literasi Digital Tenaga Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan tenaga teknis lainnya bidang Perhutanan Sosial. Kegiatan ini bertujuan membangun minat peserta untuk lebih aktif berbagi informasi ke khalayak dengan menuangkan kreatifitas melalui artikel dan foto menarik.

Sebanyak 40 peserta dengan latar belakang tugas sebagai fungsional PEH dan tenaga teknis lainnya antuasias mengikuti in house training. Peserta berasal dari PSKL Wilayah Sulawesi dan Dinas LHK Sulawesi Selatan dan Pokja Percepatan Perhutanan Sosial Sulawesi Selatan.

In house training literasi ini berlangsung selama 3 hari: 29 September s.d 1 Oktober 2023 di Hotel Gammara, Makassar dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kepala Balai PSKL, Muchsin, membuka in house training secara resmi. Dalam sambutannya, kepala balai berharap agar peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu literasi semaksimal mungkin.

Bugi Sumirat yang lebih akrab disapa: Kang Bugi, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin), sekaligus penulis berbagai media daring, menjadi narasumber perdana. Mengantarkan dua materinya: Kiat mudah menggali data dan menulis artikel; serta teknik visualisasi-infografis data.

Untuk menghasilkan tulisan yang baik, harus memperhatikan beberapa aspek, seperti informasi yang disampaikan harus akurat, objektif, dan kontekstual.

“Membangun sebuah tulisan atau konten, artinya menyatukan segala informasi yang diperlukan dengan baik, menarik, dan proporsional,” ujar Kang Bugi, Peneliti Brin.

Lebih lanjut, Taufiq Ismail, seorang PEH pada Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi pemateri kedua. Menyajikan materi fotografi. “Photo story" adalah judul yang disampaikannya. Berbagi pengalaman menjadi fotografer sekaligus kontributor beberapa portal daring.

Sebuah artikel yang telah dirangkai akan menjadi menarik dengan kehadiran foto. Terlebih jika foto yang disuguhkan dapat menggugah perasaan pembaca.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2