Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Inspirasi hijau

Forest Healing, Energi Menyembuhkan dari Belantara Hutan

Klikhijau.com – Beberapa hari lalu, saya dan sejumlah kawan diajak virtual journey dan forest healing di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting. Program ini menjadi bagian dari sensing workshop di Program...

Oleh aniskurniawan 09 May 2021 06:02 5 menit baca
Klikhijau.com – Beberapa hari lalu, saya dan sejumlah kawan diajak virtual journey dan forest healing di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting. Program ini menjadi bagian dari sensing workshop di Program Bekal Pemimpin 2021 yang saya ikuti bersama para pegiat isu-isu sumber daya alam lainnya se Indonesia. Tentu penasaran merasakan bagaimana berpetualang secara virtual. Ternyata benar, sedari awal kami diperkenalkan sebuah video singkat mengenai TN Tanjung Puting, sebuah kawasan yang populer sebagai the land of Orangutan, sensasinya mulai terasa. Saya merasa sedang benar-benar dalam perjalanan offline. Layaknya sebuah petualangan, kami diarahkan untuk mengenal medan Tanjung Puting secara lengkap. Mulai dari rute perjalanannya hingga proses apa saja yang harus dilalui sebelum akhirnya tiba di rumah para Orangutan tersebut. Setiba di Tanjung Puting, kami diajak menjelajah dan mengamati kehidupan Orangutan dan satwa endemik lainnya di sana. Kicau burung dan suasana hutan sangat terasa saat kami melihat pepohonan menjulang tinggi, hijau. Selama lebih kurang 2 setengah jam lamanya kami mengitari taman nasional, sembari mendengarkan penjelasan dari pihak pengelola TN dan para pemandu dari Sebumi. Sekali lagi ini menakjubkan, meski secara fisik kami tak hadir di lokasi, namun perasaan dan imajinasi benar-benar hadir menyelami belantara hutan. [irp]
Pengalaman berharga
Di masa pandemi Covid-19 ini, virtual journey tampaknya bisa jadi solusi di tengah keterbatasan ruang gerak untuk berwisata langsung. Meski tidak sepenuhnya sama bila hadir langsung di hutan, namun energi dan pesan tetap bisa didapatkan. [caption id="attachment_20721" align="alignnone" width="640"] Ilustrasi - Foto/ Jacalyn Beales di Unsplash[/caption] Pada sesi akhir virtual journey ini kami diperkenalkan pula dengan forest healing atau penyembuhan dari hutan. Ini adalah istilah baru yang sedang trending terutama selama masa pandemi. Karena ini di ruang virtual, maka kami lebih banyak menggunakan daya imajinasi untuk merasakan diri berada di hutan. Sebuah tayangan singkat mengantarkan kami berjalan ke hutan dan mendengarkan suara-suara di rimba raya yang begitu menenangkan. Sejenak pikiran hening. Suara-suara itu menghentak ke dalam jiwa, begitu menenangkan. Jiwa dan pikiran seolah menyatu dengan alam. Damai dan penuh cinta. Saya merasakan energi dari alam itu menyerap ke dalam tubuh, pikiran dan jiwa saya. Hening dan bening. Waktunya hanya beberapa menit saja sebelum akhirnya sesi forest healing ini selesai. Saya benar-benar mendapatkan pengalaman baru. Tubuh saya seolah diberkahi asupan energi besar yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga menguatkan. [irp] Saya merasakan energi optimisme itu hadir berkelindan kuat dalam raga. Saya juga merasakan suatu irama cinta yang kuat betapa pentingnya ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya untuk kehidupan. Dari sini saya yakin, betapa forest healing ini bisa jadi satu tren di masa depan. Manfaatnya begitu mendalam, tak saja untuk pemulihan dari ragam penyakit terutama untuk kesehatan mental—forest healing juga bisa jadi jembatan untuk menghubungkan kembali manusia dengan alam—sebagaimana nenek moyang kita terdahulu memang hidup penuh harmoni di alam. Forest healing bagi saya adalah satu momen kebersadaran untuk terkoneksi dengan alam dan merasakan energi positif yang senantiasa terpancar dari semesta. Sesaat usai sesi ini, pemandu di Program Bekal Pemimpin 2021 bertanya: apakah yang dirasakan setelahnya? Dari hati yang dalam, jujur saya merasakan tingkat kebersadaran yang benar-benar dalam. Pikiran dan hati yang tanpa beban. Bahkan, otot-otot saya yang sebelumnya kaku dan pegal, begitu ringan dan lentur. Pikiran saya jadi lebih ringan dan bahagia. [irp]
Forest healing dan kesehatan mental
Dari sejumlah literatur yang saya baca setelah sesi sensing journey ini dijelaskan betapa forest healing memang satu pendekatan yang sangat baik untuk kesehatan mental. Dikutip dari laman healingforest.org, dikatakan bahwa forest healing menawarkan cara unik untuk memanen pikiran yang tenang, tubuh yang sehat, dan kehidupan yang damai dengan alam, di alam. Matter P. White pada sebuah risetnya yang diterbitkan di jurnal Scientific Report volume 9 edisi 12 Juni 2019 juga menguatkan betapa keberadaan diri di antara tegakan pohon, ekosistem hutan, dan alam terbuka bisa memulihkan kesehatan fisik dan mental. Dikutip dari Forestdigest, Penelitian White ini sejatinya mempopulerkan istilah “forest bathing” yang diambil dari istilah Jepang “shinrin-yoku”. Istilah ini dikenalkan oleh Qing Li, Presiden Kelompok Pengobatan dari Hutan di Tokyo, pada bukunya Shinrin-Yoku: The Art and Science of Forest Bathing. Qing Li mengamati bahwa berjalan di hutan dan merasakah nuansa hijau alam adalah satu cara untuk mengobati penyakit di tubuh dan menenangkan pikiran. [irp] Lebih jauh, Qing Li menjelaskan penelitiannya selama 40 tahun tentang “mandi hutan” yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dari sinilah kemudian gagasan tentang pengobatan hutan atau ilmu yang berfokus pada pengaruh lingkungan alam terhadap kesehatan manusia lebih luas lagi dalam istilah “forest healing.”  Di Indonesia sendiri, Forest healing  dikembangkan oleh Hikmat Ramdan, dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung dan Alumni Fakultas Kehutanan IPB Angkatan 1990. Hikmat berkali-kali melakukan penelitian yang sama mengenai forest healing. Pada 2019 lalu, Hikmat mencoba melakukan terapi alam di Gunung Walat Sukabumi Jawa Barat. Dengan menggunakan aplikasi Smart Pulse, untuk mengukur kondisi stres fisik (physical stress) dan mental (mental stress) enam relawan untuk diuji sebelum dan setelah berjalan di hutan. Hasilnya, relawan yang diuji mengaku tingkat stress turun levelnya. Pengalaman memanen kebaikan dari hutan sejatinya telah dirasakan banyak orang. Dalam praktik sederhana misalnya, kita pun dapat merasakan betapa menyegarkannya berada di antara pepohonan rindang. Forest healing adalah panggilan dari hutan dan panggilan hutan kepada manusia. Andang Suryana Soma, Ph.D. (Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin) menyebut betapa kita haru kembali ke alam untuk memperbaikinya—orang sakit pun bisa sembuh dengan berada di hutan primer. Mari senantiasa jaga hutan, demi jiwa dan tubuh yang sehat—demi masa depan! [irp]
Topik terkait
#hutan #inspirasi hijau #forest healing #virtual journey