Energi Biomassa Kayu Bukan Energi Terbarukan, Benarkah?
Klikhijau.com - Biomassa merupakan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Meningkatnya populasi manusia dan cadangan bahan bakar fosil semaki...
Klikhijau.com - Biomassa merupakan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan.
Meningkatnya populasi manusia dan cadangan bahan bakar fosil semakin menipis. Membuat banyak negara, tidak terkecuali Indonesia harus mencari sumber energi baru.
Salah satu sumber energi baru itu adalah biomassa (energi biomassa). Sumber energi ini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya dapat diperbaharui (renewable) sehingga memungkinkan menyediakan sumber energi secara berkesinambungan (suistainable).
Biomassa sendiri mengacu pada segala jenis hewan organik atau bahan tumbuhan, misalnya kayu. Kayu telah digunakan manusia sejak dulu sebagai sumber energi. Namun, seiring waktu, penemuan gas bumi, batu bara atau minyak. Membuat manusia perlahan meninggal kayu sebagai sumber energi.
[irp]
Penemuan sumber energi baru itu lebih praktis, sehingga masyarakat menyukainya. Namun, semakin ke sini dampak buruknya semakin nampak. Jadinya masyarakat dan pemerintah mulai gencar mencari sumber energi lain, termasuk Kembali kepada biomassa kayu.
Arhamsyah (2010) mengungkapkan bahwa biomassa kayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, yaitu sumber energi yang dapat diperbaharui.
Hanya saja apa yang diungkapkan oleh Arhamsyah tidak berlaku bagi Australia. Dilansir dari Inhabitat, belum lama ini pemerintah Australia menganggap kayu bukanlah sumber energi biomassa terbarukan.
Pemerintah Australia menggangga bahwa masalahnya adalah pembakaran biomassa melepaskan lebih banyak emisi karbon dioksida per unit energi yang dihasilkan daripada batu bara. Dan butuh puluhan tahun agar CO2 itu diserap kembali oleh pohon pengganti yang baru.
[irp]
Chris Bowen, menteri perubahan iklim dan energi Australia, mengakui bahwa pembakaran biomassa hutan asli tidak dapat membantu Australia memenuhi target energi terbarukannya, dan listrik yang dihasilkannya tidak dapat digunakan untuk membuat sertifikat pembangkit listrik skala besar yang dapat diperdagangkan.
"Kami telah mendengarkan masyarakat dan bertindak untuk mengatasi kekhawatiran mereka," kata Bowen dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Inhabitat.