Emisi Industri Peternakan Tak Bisa Diimbangi Penyerapan Karbon di Tanah
Klikhijau.com – Peternakan telah lama dikaitkan dengan perubahan iklim. Sebabnya karena peternakan menghasilkan emisi. Sementara emisi merupakan salah satu sumber pencemaran udara, air, dan tanah E...
Klikhijau.com – Peternakan telah lama dikaitkan dengan perubahan iklim. Sebabnya karena peternakan menghasilkan emisi. Sementara emisi merupakan salah satu sumber pencemaran udara, air, dan tanah
Emisi sendiri adalah pelepasan berbagai zat, gas, partikel, dan energi ke lingkungan yang dapat memiliki dampak negatif yang mencemaskan.
Dilansir dari Ecowatch, sebuah studi baru menyoroti risiko ketergantungan pada penyerapan karbon tanah sebagai cara untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari peternakan.
Studi yang diterbitkan di Nature Communications tersebut menemukan bahwa untuk mengimbangi emisi metana dan dinitrogen oksida dari industri peternakan global. Piperlukan cadangan karbon sebesar 135 gigaton (135 miliar metrik ton).
[irp]
Menurut penulis studi, jumlah tersebut hampir dua kali lipat karbon yang tersimpan di padang rumput yang dikelola secara global. Beberapa wilayah memerlukan peningkatan penyerapan karbon di dalam tanah hingga 2.000% untuk mengimbangi emisi peternakan.
Peter Smith, salah satu penulis studi dan ketua Ilmu Tanaman dan Tanah di Universitas Aberdeen, mengatakan penelitian tersebut adalah “sebuah paku di peti mati untuk saran bahwa penyerapan karbon dapat mengimbangi emisi metana” yang dihasilkan oleh industri peternakan global.
Badan Perlindungan Lingkungan AS mengatakan di situs webnya bahwa seekor sapi mengeluarkan sekitar 154 hingga 264 pon metana per tahun.
Meskipun metana tidak bertahan lama di atmosfer dibandingkan karbon dioksida, gas metana 28 kali lebih kuat.
[irp]
Metana dikaitkan dengan sekitar 30% pemanasan global, menurut Badan Energi Internasional. Nitrous oksida, gas lain yang biasa dikeluarkan dari peternakan, merupakan gas rumah kaca yang tahan lama dan 300 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.
Secara total, emisi peternakan diperkirakan mencapai sekitar 11,1% hingga 19,6% dari total emisi global, The Breakthrough Institute melaporkan.