Ecoduct, Cara Cerdas Membantu Hewan Bertahan Hidup

Klikhijau.com – Ecoduct memiliki peran penting dalam penyelamatan hewan. Jalur  ini tak sama seperti jembatan penyebrangan untuk manusia. Jembatan ini didesain khusus untuk digunakan para hewan aga...

Ecoduct, Cara Cerdas Membantu Hewan Bertahan Hidup
Bacakan Artikel

Semua proyek ecoduct ini menyediakan jalur yang aman bagi beragam spesies hewan. Di Kosta Rika, jembatan kanopi yang terbuat dari tali tebal membantu sloth dan monyet menyeberang jalan dan menghindari serangan anjing.

Intinya, saat ini, jembatan satwa liar ditemukan hampir di mana-mana di dunia. Ada struktur penyeberangan hewan terorganisir di semua benua, dan lebih banyak lagi akan segera hadir.

Dan yang terbaru, yang  membangun ecuduct adalah Swedia. Administrasi Transportasi  negara asal Zlatan Ibrahimovic itu baru-baru ini mengumumkan penyelesaian  ecoduct di atas E6 di Skåne  di Swedia selatan.

Jalur penyeberangan hewan tersebut bukanlah yang pertama, tapi yang ketiga di negara tersebut. Pada bulan Januari, Swedia mengumumkan rencana untuk mendirikan beberapa penyeberangan rusa untuk membantu hewan melintasi jaringan jalan yang padat.

Dibangun secara global

Penyebrangan satwa atau hewan, baik  jembatan maupun jalan bawah tanah, juga disebut ecoduct. Saat ini program ecoduct sedang dibangun secara global. Tujuannya untuk membantu hewan berkembang di daerah dengan jaringan jalan yang padat. Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengalokasikan $350 juta dari rencana infrastruktur senilai $1,2 triliun untuk membangun penyeberangan satwa liar.

Bukan hanya di Swedia, tapi juga di California selatan  yang sedang berencana untuk memulai pembangunan jembatan penyeberangan satwa liar. Tak tanggung-tanggung yang akan dibangun pun diklaim merupakan terbesar di dunia pada tahun 2022 ini.

Jembatan itu akan membantu singa gunung yang terisolasi melintasi jaringan jalan yang tebal di negara bagian tersebut. Struktur ini akan membantu mengurangi tingkat tabrakan satwa liar yang tinggi di seluruh AS

Rob Ament, pakar ekologi jalan di Montana State University  mengatakan, sepuluh tahun yang lalu, jembatan satwa liar adalah eksperimental. Pihaknya tidak tahu apakah mereka akan berhasil atau tidak. Sekarang mereka telah menunjukkan bahwa mereka mendapatkan pengurangan besar dalam tabrakan. Dalam beberapa kasus, pengurangan 85 persen hingga 99 persen.

“Anda dapat mendesainnya untuk banyak spesies. Bahkan di dataran, kami mendapatkan perlintasan rusa di North Dakota,” ungkapnya.

Semakin masifnya pembangunan ecuduct, akan menjadi kabar bagi bagi dunia hewan. Mereka tak perlu lagi takut menyebrang karena akan tertabrak karena telah memiliki jalur khusus untuk menyebrang.

Pun keberadaan ecoduct juga akan sangat bermanfaat bagi manusia, karena bisa terhindar dari ancaman maut karena menabrak satwa liar di jalanan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2