Dua Masalah Klasik Saat Membuat Eco Enzyme, Penyebab dan Solusinya
Klikhijau.com – Bagi Anda yang masih pemula dalam membuat eco enzyme, tidak jarang mengalami kendala atau masalah yang menyebabkan hasilnya gagal atau tidak bisa dimanfaatkan. Setidaknya ada dua ma...
Klikhijau.com – Bagi Anda yang masih pemula dalam membuat eco enzyme, tidak jarang mengalami kendala atau masalah yang menyebabkan hasilnya gagal atau tidak bisa dimanfaatkan.
Setidaknya ada dua masalah klasik yang sering terjadi dalam pembuatan eco enzyme. Pertama, Belatung muncul dalam wadah. Kemunculan belatung dalam wadah tentu mengagetkan. Itu pertanda ada yang salah dengan prosesnya.
Kemunculan belatung dalam wadah disebabkan karena wadah kurang tertutup rapat. Oleh sebab itu, bila mengalami kondisi seperti ini, solusi yang bisa dilakukan adalah perbaiki kerapatan wadah. Tempatkan wadah (tertutup) di bawah sinar matahari pagi selama 30 menit selama 3 hari dan periksa kembali setelah 7 hari.
Masalah kedua yang kerap terjadi dalam membuat eco enzyme adalah larutan yang dihasilkan berbau got atau ada jamur hitam. Kendala ini paling banyak dikeluhkan para pemula yang membuat frustasi tentu saja.
Penyebab larutan busuk dan berjamur adalah adanya kontaminasi mikroba ‘tidak baik’. Kemungkinan karena lokasi penempatan wadah yang kurang baik.
[caption id="attachment_26584" align="alignnone" width="640"] Produk eco enzyme yang diluncurkan Klikhijau dan Manggala tanpa Sekat di Makassar - Foto: Ist[/caption]
[irp]
Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah demikian adalah dengan memperbaiki kerapatan wadah.
Tempatkan wadah tertutup di bawah sinar matahari pagi selama 30 menit selama tiga hari. Lalu periksa kembali setelah 7 hari.
Namun, bagaimana bila bau got tidak hilang setelah 3 hari penjemuran dengan total 7 hari perbaikan? Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memasukkan gula sejumlah takaran awal pembuatan. Lalu fermentasikan kembali selama 1 bulan.