Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Menteri LH Ajak Generasi Muda Tangkap Peluang Green Jobs

Klikhijau.com – Saat pembekalan di Universitas Wisuda Nasional (UNAS), Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa transformasi...

Oleh Tim Redaksi 31 May 2026 12:20 3 menit baca
Klikhijau.com – Saat pembekalan di Universitas Wisuda Nasional (UNAS), Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan membuka peluang besar bagi lahirnya jutaan  green jobs di Indonesia. Karena itu, ia mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi talenta hijau yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi  tiga krisis planet , yakni krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Tantangan tersebut tidak lagi semata-mata menjadi isu lingkungan, namun telah berdampak pada aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga kemanusiaan. “Indonesia berada di garis depan risiko perubahan lingkungan global. Namun kondisi ini bukan alasan untuk pesimis. Justru Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk menjadi bagian penting dari solusi global,” ujarnya. [irp] Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia memandang generasi muda sebagai kekuatan utama perubahan. Berdasarkan survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80 persen Generasi Z Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup. “Gen Z adalah generasi solusi. Tugas kita sekarang adalah mengubah kepedulian itu menjadi aksi nyata. Dari sekedar  kesadaran menjadi  gerakan , dari kepedulian menjadi inovasi, dan dari diskusi menjadi solusi,” terangnya. Lebih jauh, Menteri Jumhur juga menjelaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan ekologis sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, transformasi menuju ekonomi hijau harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan. [irp]
Dunia berorientasi pada keberlanjutan
Dunia ke depan akan membutuhkan semakin banyak profesi yang berorientasi pada keberlanjutan, mulai dari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, perencana lingkungan, peneliti keanekaragaman hayati, perencana kota hijau,  analis karbon ,  spesialis ekonomi sirkular , hingga wirausaha hijau. Hadirnya berbagai peluang  green jobs  ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau berjalan secara inklusif, sehingga tidak ada generasi yang tertinggal (no generation left behind ) dalam memperoleh peluang dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Transisi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Namun kita juga harus memastikan bahwa  green jobs  tersebut merupakan pekerjaan yang layak, memberikan perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan, dan kesempatan yang adil bagi masyarakat. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau.  Pekerjaan masa depan adalah pekerjaan ramah lingkungan ,” tegas Menteri Jumhur. Ia juga menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda lingkungan global. Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menentukan masa depan lingkungan dunia. [irp] “Jika Indonesia berhasil menjaga hutannya, melindungi gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai, melindungi laut, dan membangun sirkular ekonomi, maka Indonesia tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi masa depan bumi,” ujarnya. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan transformasi tata kelola material. Berbagai inovasi seperti  Refuse Derived Fuel  (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), teknologi pirolisis, serta berbagai pendekatan pengelolaan sampah modern terus didorong untuk mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Melalui momentum ini, KLH/BPLH mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup dan mendorong transformasi ekonomi hijau. Dengan semakin besarnya peluang  green jobs , generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta inovasi dan solusi bagi masa depan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. [irp]
Topik terkait
#keanekaragaman hayati #menjaga lingkungan #krisis iklim #generasi muda #green jobs #ekonomi hijau #ekonomi berkelanjutan