Dilema Penggunaan Ganja sebagai Obat Medis?
Klikhijau.com - Penggunaan ganja dalam medis masih diperdebatkan saat ini. Pasalnya tanaman ganja dinilai memberikan dampak negatif yang dapat merusak kesehatan tubuh. Namun ada juga beberapa kalan...
Klikhijau.com - Penggunaan ganja dalam medis masih diperdebatkan saat ini. Pasalnya tanaman ganja dinilai memberikan dampak negatif yang dapat merusak kesehatan tubuh.
Namun ada juga beberapa kalangan yang menganggap tanaman ganja memiliki dampak positif untuk kesehatan baik itu dari kedokteran ataupun komunitas tertentu.
Tanaman ganja sudah ada sejak zaman dahulu dan dimanfaatkan sebagai obat herbal. Diperkirakan, ganja pertama kali ditemukan di daratan China dan dimanfaatkan sebagai ramuan anistesi dan juga dipakai untuk ritual keagamaan.
Sejarah pelarangan ganja
Sejarah awal adanya larangan untuk peredaran dan konsumsi ganja di Indonesia berasal dari pelarangan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Hal itu didasari dari Konvensi Opium Internasional yang membuat aturan terkait pengurangan distribusi dan ekspor produk ganja, kokain dan morfin.
[irp]
Pelarangan tersebut tidak didasarkan pada alasan ilmiah melainkan unsur persaingan dagang dan politik.
Kemudian pada era pemerintahan Soeharto terdapat larangan ganja yang terdapat dalam pasal UU Narkotika nomor 8 tahun 1976 sehingga sejak keluarnya peraturan tersebut ganja dicap sebagai produk yang haram.
Hal ini juga termuat dalam pasal UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyatakan bahwa bagian dari akar, batang, bunga, serta daun minyak ganja dilarang untuk ditanam dan diperdagangkan ataupun untuk keperluan medis. Sehingga berdasarkan pasal tersebut ganja termasuk dalam jenis Narkotika Golongan 1.
Narkotika golongan 1 merupakan narkotika yang hanya dapat digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan akan tetapi tidak digunakan untuk terapi karena narkotika jenis ini memiliki peluang ketergantungan yang sangat tinggi.
Pro-kontra
Berdasarkan pandangan kontra, penggunaan ganja dilarang karena dapat memengaruhi kesehatan apalagi jika digunakan dengan dosis yang berlebihan.
Di antara efek sampingnya ialah dapat mengubah kinerja otak menjadi lamban, menimbulkan sindrom cannabinoid hypermesis, resiko terkena berbagai penyakit kanker, rusaknya sistem kekebalan tubuh, gangguan pada kondisi kesehatan mental, gangguan pernafasan, gangguan reproduksi, serta gangguan pada pencernaan.
[irp]
Di sisi lain, berdasarkan penelitian kedokteran, tanaman cannabis sativa atau ganja dapat menyembuhkan beberapa penyakit tertentu di antaranya yaitu :
- Epilepsi
- Alzheimer
- Glukoma
- HIV/AIDS
- Celebral Palsy