Dengan Lagu, Ismail Marzuki Menuntut Kita Mencintai Alam Indonesia
Klikhijau.com – Tak banyak musisi dan pencipta lagu Indonesia yang namanya diabadikan. Namun, Ismail Marzuki adalah pengecualian Di Jakarta, namanya menjadi sebuah taman, yakni Taman Ismail Marzuk...
Rayuan Pulau Kelapa
Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulia Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur Pulau kelapa yang amat subur Pulau melati pujaan bangsa Sejak dulu kala
Reff:
Melambai lambai Nyiur di pantai Berbisik bisik Raja Kelana
Memuja pulau Nan indah permai Tanah Airku Indonesia
Coba perhatikan lirik lagu di atas. Ismail menggambarkan bahwa negara kita ini aman dan makmur yang memiliki tanah yang subur. Apa yang dilukiskan dalam lagu tersebut, memang nyata. Bahkan ada yang berpendapat apa pun yang di tanam di Indonesia akan tumbuh, bahkan tongkat yang ditancapkan pun bisa tumbuh saking suburnya. Namun, sayang kesuburan alamnya tersebut tak terkelola dengan baik, justru sebaliknya, banyak yang dirusak oleh manusia Indonesia sendiri. Karena itulah, melalui lagu di atas diharapkan mampu menggugah kesadaran kita untuk mencintai dan merawat alam Indonesia yang subur tak terkira. [irp]Ibu Pertiwi
Kulihat ibu pertiwi Sedang bersusah hati Air matanya berlinang Emas intannya terkenang
Hutan, gunung, sawah, lautan Simpanan kekayaan Kini ibu sedang lara Merintih dan berdoa
Kulihat ibu pertiwi Kami datang berbakti Lihatlah, putra-putrimu Menggembirakan ibu
Ibu, kami tetap cinta Putramu yang setia Menjaga harta pusaka Untuk nusa dan bangsa
Kulihat ibu pertiwi Sedang bersusah hati Air matanya berlinang Emas intannya terkenang
Hutan, gunung, sawah, lautan Simpanan kekayaan Kini ibu sedang lara Merintih dan berdoa
Menjaga harta pusaka Untuk nusa dan bangsa
Lagu Ibu Pertiwi terasa lebih menyayat hati. Ada nuansa kesedihan di dalamnya melihat sumber daya alamnya yang telah “tergadai” keindahan dan potensinya. Hutan yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia pun telah banyak yang rusak. Kerusakan itu membawa duka lara bagi Ibu Pertiwi tercinta. Pun demikian halnya dengan gunung, sawah, dan lautan. Telah banyak yang rusak oleh ulah manusia. Gunung banyak yang gundul karena pohonnya ditebangi, sehingga menyebabkan bencana alam. Demikian pula sawah. Banyak sawah yang mulai menganggur karena tak dapat pasokan air yang cukup untuk menumbuhkan padi. Dan yang terjadi selanjutnya, sawah yang menganggur itu pun ditanami beton, berubah jadi gedung dan perumahan. Bagaimana dengan lautan, biota laut di lautan Indonesia telah banyak yang sekarat, terumbu karang banyak yang rusak, sampah plastik jadi penghuni laut yang mengancam makhluk lautan. Ismail Marzuki dalam lagu Ibu Pertiwi—datang mengingatkan kita untuk menjaga alam Indonesia. Alam dan segala kekayaannya merupakan pusaka yang sebenarnya bagi bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan segenap cinta dan jiwa raga. Demikian.... [irp]