Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Dari Pohon Enau Itu

Jarolli’   ri pangkana, senja hanya diriuhkan suara domino riuh jarolli’ telah lama punah ketika saku mulai banyak menuntut pikiran jadi buntu dan buntut sebelum rakus jadi ajang taruh...

Oleh Irhyl R Makkatutu 31 Mar 2023 23:39 2 menit baca

Jarolli’

  ri pangkana, senja hanya diriuhkan suara domino riuh jarolli’ telah lama punah ketika saku mulai banyak menuntut pikiran jadi buntu dan buntut sebelum rakus jadi ajang taruh senja adalah perjalanan jarolli’ menuju lompobattang mereka bernyanyi sepanjang jalan ketika rakus dan saku bersekutu jarolli’ tak lagi pulang pergi ke lompobattang mereka menetap di sangkar dalam saku yang buatnya jadi kaku 2023 Cat: ri pangkana-- jalan bercabang Jarolli’ - burung nuri [irp]

Pesta Raya Ulat

  subuh tiba dengan gigil yang menggigit. jalan-jalan sepi ditanak kantuk. apung merayakan basahnya di dedaunan. kokok jagang romang mengiang dari jauh. suara beburung tiba satu-satu di perkampungan sejak senapan angin masuk kampung beburung takut berkicau nyaring sebab peluru akan menggeledah dadanya ketika beburung hilang satu-satu ulat-ulat mulai merimbun di pohon cengkeh tumbuhkan resah di mata petani merek pestisida semakin beragam beburung takut memakan ulat peluru siap membacai kepalanya yang kecil gigil subuh tak pergi-pergi bersetia gigiti tubuh jalan sepi suara beburung sunyi ulat berpesta raya 2023 [irp]

Dari Pohon Enau Itu

  dikenakannya sepatu bot warna hijau tua itu lalu menyampirkan boda’ pada bahunya parang lebar di pinggangnya masih pagi belia lelaki itu menyeret kantuknya ke kebun air enau siap panen tungku telah nyala lombai matahari lelaki itu berjalan turuni jalan kecil itu semalam dilicinkan apung "hidup tak semanis gula merah," katanya ia terus berjalan menuruni jalan kecil itu boda' di bahunya bergoyang manja memukul-mukulkan dirinya di tulang belakang di bawah pohon enau itu ia tengadah air meluap dari boda' yang di pasangnya kemarin saat senja hampir pamit ia menaiki tangga bambu yang dilicinkan apung semalam boda diturunkan perlahan diirisnya tipis-tipis bilasang pohon enau itu di rumah tungku menyala terang aroma gula merah berhamburan ke hidung tetapi, lelaki itu tak pernah pulang tanah menadahnya dari pohon enau di mana napasnya ia titipkan 2023 [irp]

Kepada Para Pemetik Cengkeh

  tanreng berdiri menopang langit tiga puluh tiga tada seperti bilangan tasbih di coppo' pohon cengkeh buah memerah, redam cemas dipetiknya satu-satu meloloskannya ke sembangang bayangan jalangkote tunai di pelupuk di tatapnya tanah, jahung lutut menari-nari sendiri tanreng ikut menari tali pengikat ikut bergoyang napas menyahut-nyahut waspada bayangan jalangkote mengabur terkubur pada lutut yang menari-nari cemas tanreng yang bergoyang disko 2023 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #gula merah #sastra ekologi #puisi alam #pohon aren #pohon enau