Dampak Karhutla Kalimantan Meluas ke Sulsel, WALHI Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Darurat

Dampak Karhutla Kalimantan Meluas ke Sulsel, WALHI Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Darurat
Dampak Karhutla Kalimantan Meluas ke Sulsel, WALHI Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Darurat, - Foto: Walhi Sulsel
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Langit Kota Makassar dan sejumlah daerah perkotaan di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir diselimuti kabut tipis berwarna kelabu. Fenomena yang bukan penanda cuaca mendung biasa, ia dibaca sebagai dampak paparan polusi udara lintas pulau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang membara di Pulau Kalimantan.

Pergerakan angin muson mengarak partikel polutan melintasi Selat Makassar hingga mengendap di kawasan pemukiman padat, memicu lonjakan konsentrasi PM2.5 di atas batas aman yang langsung mengancam kesehatan pernapasan publik.

Laporan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 melampaui ambang batas 55 mikrogram per meter kubik, yang menempatkan kualitas udara Sulawesi Selatan dalam kategori tidak sehat.

Data Sistem Informasi Kebencanaan dan Dashboard Karhutla Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperlihatkan akumulasi luas kebakaran nasional telah melampaui angka 202.000 hektare sepanjang tahun 2026, di mana wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyumbang lonjakan ribuan titik panas (hotspot).

Krisis lingkungan yang melintasi batas geografis ini membuktikan bahwa kegagalan mengendalikan kebakaran lahan di satu pulau berakibat fatal bagi kualitas hidup masyarakat di pulau lainnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2