Corona Ubah Perilaku Berkendara Warga Filipina Jadi Ramah Lingkungan
Klikhijau.com – Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan pada perilaku hidup manusia. Kebiasan berjabatan tangan dan berangkulan ketika bertemu kawan harus dielakkan. Menjaga jarak sangat penting, s...
Klikhijau.com – Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan pada perilaku hidup manusia. Kebiasan berjabatan tangan dan berangkulan ketika bertemu kawan harus dielakkan. Menjaga jarak sangat penting, seperti imbuan di beberapa stiker kendaraan ‘jaga jarak’
Pun demikian halnya dengan hidung dan mulut, senantiasa tersembunyi di balik masker. Lipstik yang biasa mengolesi bibir perempuan rasanya tak lagi penting.
Rajin mencuci tangan juga menjadi keharuskan yang harus dilakukan dengan seikhlas-ikhlasnya.
Dan kita tak bisa lagi nongkrong seenaknya hingga lupa pulang ke rumah. Hal-hal di atas berlaku hampir di semua negara. Kecuali negara yang masyarakatnya kepala batu.
[irp]
Maka, beraktivitas di luar ruangan terasa sangat berbeda. Seperti yang dialami warga Filipina yang kembali harus bekerja. Selain harus mengenakan masker, menjaga, jarak, dan rajin cuci tangan. Warga juga bepergian dengan menggunakan sepeda.
Iya, warga Filipina menjadika sepeda sebagai komoditi atau barang penting di tenga pandemi. Itu karena transportasi umum masih terbatas, karena risiko penyebaran virus corona belum sepenuhnya hilang. Corona bisa kembali menyerang dengan tak terduga.
Sejak 16 Mei lalu, tercatat setidaknya 14 juta warga Filipina bisa kembali. Namun, ketakutan akan infeksi virus corona baru masih terus menghantui.
Namun, ada manfaat di balik perilaku penggunaan sepeda. Bisa menekan polusi udara. Tiadanya kendaraan dengan bahan bakar minyak berpotensi besar menurun angka polusi udara. Sepeda adalah kendaraan yang ramah lingkungan. Selain itu, sepeda lebih hemat dan sehat.