Cara Mengurangi Food Waste dari Rumah, Langkah Mudah Cegah Sampah Makanan

Cara Mengurangi Food Waste dari Rumah, Langkah Mudah Cegah Sampah Makanan
Cara Mengurangi Food Waste dari Rumah, Langkah Mudah Cegah Sampah Makanan, - Foto: Econusa
Bacakan Artikel
St. Nashwa Wahdania Azis

Mahasiswa Magang dari Prodi Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Pemahaman yang baik belum selaras praktik

Penelitian Sholilah, Tumuyu, dan Herdiansyah yang diterbitkan dalam Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (IPB) pada 2025 meneliti pengelolaan food waste pada 114 rumah tangga.

Penelitian tersebut melihat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam mengelola food waste. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat sudah cukup baik, tetapi sikap dan praktik pengelolaannya masih berada pada tingkat sdang. 

Kita bisa lihat dari temuan tersebut bahwa mengetahui saja mengenai persoalan food waste belum tentu langsung mengubah kebiasannya.kesadaran perlu diikuti dengan praktik sehari-hari agar makanan yang dibeli dan dimasak tidak akan berakhir menjadi sampah.

Menghabiskan makanan sebagai salah satu langkah terdekat yang sederhana untuk mengurangi food waste. Pemeritah juga mendorong perubahan gaya hidup dan pemilahan sampah mulai dari rumah. 

Mengurangi food waste sebenarnya bisa dilakukan dalam rumah tangga, yaitu sebelum kita pergi berbelanja sebaikya kita membuat list yang akan dibelanja sesuai dengan kebutuhan dan perkiraan jumlah makan yang akan dikomsumsi dengan itu kita dapat mencegah pembeliaan yang berlebihan.

Tidak hanya berbelanja saja yang harus diperhatikan, setelah berbelanja juga kita harus memeperhatikan penyimpanan. Bahan makanan yang sudah dibeli sebaiknya ditempatkan ditempat yang terlihat sehigga dapat digunakan terlebih dahulu. 

Cara tersebut terlihat sederhana namun dapat membantu mencegah makanan yang biasa terlupakan sehingga mengakibatkan rusak. 

Pada saat memasak juga kebiasaan tersebut membuaat seseorang sering kali memasak terlalu berlebihan sehingga membuat makanan tersisa. Maka dari itu sebelum memasak harus disesuaikan dengan jumlah orang yang akan makan.

Begitu juga ketika mengambil makanan dipiring mesti disesuaikan dengan porsi makanan yang kita inginkan agar sisa makan di piring tidak tersisa. 

Penelitian Diniary, Indraswari, dan Arundina dalam Al-Muzara’ah, Jurnal IPB tahun 2024, yang membahas pengelolaan food waste rumah tangga di Indoesia juga menunjukkan bahwa kesadaran terhadap dampak, pengetahuan lingkungan, kepedulian finansial, dan faktor sosial menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan niat mengelola food waste pada generasi yang diteliti. 

Artinya, mengurangi food waste tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang sampah, tetapi perubahan cara pandang terhadap makanan. Makanan yang dibelli memiliki nilai ekonomi dan membutuhkan sumber daya sebelum sampai meja makan.

Jadi tidak semua makan yang tersisa langsung akhirnya menjadi sampah, selama masih aman dan masih bisa dikomsumsi, makanan tersebut dapat disimpan dan dimakan atau bisa diolah menjadi menu lain untuk dikomsumsi lagi.

Namun ketika makan yang sudah tidak bisa dikomsumsi lagi, pengelolaanya juga tetap perlu diperhatikan karena sisa makanan dapat dipilah dari sampah lainnya sehingga lebih mudah diolah sebagai sampah organik.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah makanan dari sumbernya. Pada 2025, KLH menyebut sisa makanan masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah dan mengingatkan bahwa ketika food waste masuk ke TPA, persoalan pengelolaannya menjadi lebih besar.

Disisi lain, kita bisa melihat bahwa sisa makanan juga memiliki nilai apabila dikelola dengan tepat. Penelitian mengenai pengelolaan food waste rumah tangga menunjukkan adanya berbagai alternatif pengelolaan sampah organik, termasuk pengomposan dan pengelolaan lainnya. 

Maka dari itu food waste bukan hanya sekedar persoalan makanan yang masuk ke tempat sampah, tetapi terdapat persoalan sampah didalamnya mulai dari kebiasaan membeli, menyimpan, memasak, mengkomsumsi, hingga mengelola makanan yang tersisa. 

Karena itu kita bisa memulai dari hal yang paling sederhana seperti membeli sesuai dengan kebutuhan, menyimpan makanan dengan benar, memasak secukupnya, mengambil makanan sesaui porsi, dan menghabiskan makana yang telah diambil.

Mulai dari rumah, karena rumahlah yang menjadi tempat paling dekat untuk memulai perubahan. Sebelum berbicara mengenai pengelolaan sampah dalam skala besar, sebaiknya kebiasaan untuk tidak menyisakan dan membuang makana dapat dilakukan dari meja makan sendiri.

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan