Buroncong, Kue Pinggiran yang Dirindukan
Klikhijau.com – “Kue apa yang paling berat?”. Mungkin kamu pernah dengar pertanyaan itu setiap main tebak-tebakan. Sebagian orang akan langsung tahu jawabannya, buroncong, sebab sangat sering masuk...
Klikhijau.com – “Kue apa yang paling berat?”. Mungkin kamu pernah dengar pertanyaan itu setiap main tebak-tebakan.
Sebagian orang akan langsung tahu jawabannya, buroncong, sebab sangat sering masuk menjadi “soal”
Kue buroncong dianggap berat karena harus diangkat menggunakan alat sejenis pancu dari tempatnya “dipanggang”
[irp posts="7223" name="Menakjubkan, Ini 6 Rahasia Tersembunyi Gambang Bagi Kesehatan"]
Buroncong merupakan kue khas Sulsel yang sangat banyak ditemukan di pinggir jalan menggunakan gerobak.
Seperti yang saya temukan tadi pagi, Jumat, 30 Agustus 2019 sepulang dari jalan Pettarani, saya menuju Sungguminasa, Gowa dengan melewati jalan Mirah Seruni Makassar.
Tak jauh dari perempatan. Seorang lelaki sedang berdiri. Ia menunggu buroncong pesanannya masak. Saya pun ikut berhenti—ingin membeli.
Ada hal menarik dari penjual buroncong di Makassar dan Gowa, para penjualnya dominan laki-laki. Seperti yang berjualan di jalan Seruni itu, juga laki-laki.
Apa tak ada perempuan yang tahu membuat Buroncong, tentu saja banyak. Tapi barangkali karena media jualannya adalah gerobak yang harus didorong, maka laki-lakilah yang maju berjualan.
[irp posts="3965" name="Sebab Pemilu Telah Berakhir, Saatnya Membincangkan Makanan Khas Sulsel; Bassang"]
“Sudah dua tahun saya jualan di sini,” kata lelaki si penjual buroncong itu, saya tak tanyakan namanya.
Ia berkisah, dulu berjualan di pasar. Dia tak menyebutnya pasar mana, saya juga tak bertanya.
Ia pindah berjualan ke jalan Mirah Seruni karena di pasar mulai tak kondusif sejak penjual ayam masuk.
“Bulu-bulu ayam banyak beterbangan, dan baunya kurang sedap,” keluhnya.
Maka sejak dua tahun lalu. Ia mulai “mangkal” di jalan Mirah Seruni. Menjajakan jualannya. Ia mengaduk sendiri bahannya.
“Bukan adonan jadi saya bawa, jadi jika sudah mulai lapar, saya akan berhenti jualan lalu pulang ke rumah makan dan istirihatan,” lanjutnya.
[irp posts="5980" name="Sedapnya Nasi Berenang yang Ngangenin" di Wonomulyo Sulbar"]