Bunga Euphorbia, Selain Berbunga Ranum Juga Antimikroba hingga Atasi Luka Bakar
Klikhijau.com – Bunga Euphorbia milii merupakan tumbuhan semak dan tegak di atas tanah, yang tingginya dapat mencapai 40–180 cm. Euphorbia milii juga merupakan tumbuhan tahunan. Euphorbia berkeraba...
Klikhijau.com – Bunga Euphorbia milii merupakan tumbuhan semak dan tegak di atas tanah, yang tingginya dapat mencapai 40–180 cm. Euphorbia milii juga merupakan tumbuhan tahunan.
Euphorbia berkerabat dekat dengan kastuba, sehingga Euphorbia juga adalah jenis tanaman yang peka terhadap cahaya pada malam hari. Adanya cahaya malam hari menjadikan tanaman ini tidak mau berbunga, tetapi akan mempercepat atau memacu tumbuhnya tunas samping.
Umumnya tanaman ini ditanam sebagai tanaman hias dalam pot, pekarangan dan taman-taman. Berdasarkan tulisan Budidaya Tanaman Euphorbia milii (2010), beberapa dibuat sebagai tanaman pagar dan dapat ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 2.300 m di atas permukaan laut.
Dalam buku karya Purwanto yang bertajuk Euphorbia Tampil Prima dan Semarak Berbunga (2006), Euphorbia berasal dari daerah Madagaskar dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
[irp]
Nama Euphorbia berasal dari nama Euphorbus, seorang dokter dari Mauritania, Afrika Utara, yang telah berjasa pada rajanya.
Meskipun demikian, beberapa spesies diakui merupakan tanaman asli daerah lain. Misalnya Euphorbia characias subsp. Wulfenii dari Portugal, Euphorbia griffithii dari Himalaya, dan Euphorbia marganita dari Amerika Utara.
Euphorbus yang membawa euphorbia bersosok unik dan berbunga cantik itu menyebar ke Cina dan Thailand. Penyebaran tanaman ini tidak lepas dari jasa pedagang pada zaman kerajaan Sukhothai.
Etnis Cina di Thailand meletakkan euphorbia di depan rumah untuk menghalau roh jahat. Mereka menancapkan dupa serta mengikat tali merah di bagian pot.
Tanaman tersebut dipercaya membawa keberuntungan, kesuksesan dan kemakmuran. Semakin besar dan banyak bunga, semakin beruntung dan sukses pula pemiliknya. (Soedijono dan hartono, 2007)
[irp]
euphorbia milii - Foto/Pinterest[/caption]
Tanaman ini berbunga sepanjang tahun. Buah kotak, bulat kecil berwarna putih kehijauan. Biji bulat kecil dan berwarna cokelat.
Tanaman ini memiliki beberapa varietas yang sangat memikat. Beberapa bisa dibedakan dari bentuk bunga atau daun yang berbeda seperti pada Euphorbia milii varietas splendens yang memiliki daun yang lebih lebar serta bunga yang lebih besar dari biasanya.
Melalui campur tangan para petani bunga yang terampil muncullah berbagai jenis euphorbia hibrida yang tampil menarik (Kusumayani dan Andoko, 2004).
[irp]
Klasifikasi euphorbia
Adapun klasifikasi dari tanaman yang biasa disebut juga dengan pakis giwang ini sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Archichlamydeae Famili : Euphorbiaceae Genus : Euphorbia Spesies : Euphorbia milii (Dalimartha, 2003)Morfologi euphorbia
Berdasarkan Buku Atlas Tanaman Obat Indonesia anggitan Dalimartha (2003), secara morfologi, bentuk batang dari tanaman ini adalah persegi, warna coklat kelabu, berduri kasar, tajam, rapat dan bergetah. Daun tunggal, bertangkai pendek, berkumpul di ujung batang, bentuknya bundar telur sungsang, tepi rata dan berwarna hijau. Bunga majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk payung dengan warna yang berbeda-beda. [caption id="attachment_17021" align="alignnone" width="480"]Nama lain Euphorbia milii
Menurut Dalimartha (2003), beberapa nama lain dari Euphorbia milii adalah sebagai berikut:- Nama umum: Kaktus pakis giwang
- Sulawesi Tenggara: Bunga kancing
- Jawa Tengah: Mahkota duri
- Sulawesi Selatan: Bunga terkini
- Inggris: Crown of thorns
- Nama latin: Euphorbia milii