Bukan Hanya Kayu Kuku, Kayu Unggulan Sulawesi Ini Juga Terancam Punah

Klikhijau.com - Ancaman kepunahan rupanya tak hanya dialami oleh hewan, tetapi juga tanaman, termasuk pohon. Pohon kayu kuku misalnya, salah satu pohon khas Sulawesi disinyalir mulai terancam punah....

Bukan Hanya Kayu Kuku, Kayu Unggulan Sulawesi Ini Juga Terancam Punah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Ancaman kepunahan rupanya tak hanya dialami oleh hewan, tetapi juga tanaman, termasuk pohon. Pohon kayu kuku misalnya, salah satu pohon khas Sulawesi disinyalir mulai terancam punah.

Namun ternyata bukan hanya pohon kayu kuku yang keberadaannya mulai mengkhawatirkan, tapi juga pohon eboni yang merupakan kayu komersil unggulan Sulawesi pun diduga  mulai langka.

Eboni merupakan jenis kayu indah dalam perdagangan di Indonesia. Daerah sebaran alami eboni dan wilayah ekspor terbanyak berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Barangkali karena keindahan dan memiliki nilai jual tinggi, sehingga pohon eboni masuk kategori tanaman langka yang dilindungi oleh pemerintah.  Kayu eboni mengalami pengurangan di habitat aslinya secara masif.

Salah satu penyebabnya adalah para pembalak mengincar kayu hitamnya karena memiliki kualitas yang bagus. Tidak tanggung-tanggung harga satu kubik kayu eboni di luar negeri bisa mencapai Rp 120 juta.

Maret 2019 lalu, pihak BAKAMLA RI bekerjasama dengan Gakkum KLHK melakukan penyegelan 2 (dua) kontainer yang berisi kayu eboni tanpa dilengkapi dokumen di Surabaya.

Perlu dilakukan konservasi ex situ

Berdasarkan Balai Penelitian Kehutanan Manado tahun 2013, pemanenan yang dilakukan terhadap jenis kayu ini telah berlangsung sejak lama. Dan tidak dapat diimbangi dengan kemampuan regenerasi alaminya. Ini dikhawatirkan jenis ini sedang mengalami ancaman kelangkaan bahkan kepunahan.

Ancaman ini diperparah dengan terganggunya habitat asli flora akibat perambahan hutan, fragmentasi kawasan hutan, penebangan liar dan lain-lain. Karenanya, menurut Balai Penelitian Kehutanan Manado 2014 silam, perlu dilakukan konservasi ex situ.

Ini sebagai salah satu langkah yang mendesak untuk dilakukan dalam rangka menyelamatkan tanaman jenis ini.

Caranya adalah penanaman yang dilakukan diluar habitat aslinya, misalnya di hutan kota, kebun koleksi (arboretum), kebun botani, hutan wisata, hutan lindung, halaman rumah, halaman sekolah maupun halaman perkantoran dan lain-lain.

Eboni rusak berat sebabkan ekspor menurun tajam

Jika kita menengok ke belakang, kita akan menemukan fakta, pada tahun 1920 ekspor eboni mencapai 2.300 m3 , meningkat menjadi 8.200 m3 pada tahun 1928, dan setelah itu rata-rata 6.000 m3/tahun.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2