Berkebun di Rumah, Lebih dari Sekadar Gaya Hidup
Klikhijau.com – Berkebun di rumah perlahan jadi gaya hidup urban. Tidak sedikit orang mulai terpikir menanam sayuran dan buah berpohon rendah di halaman rumah walau ruangnya amat terbatas. Istilah urb...
Klikhijau.com – Berkebun di rumah perlahan jadi gaya hidup urban. Tidak sedikit orang mulai terpikir menanam sayuran dan buah berpohon rendah di halaman rumah walau ruangnya amat terbatas. Istilah urban farming pun mulai jadi tagar familiar para pegiat tanaman di perkotaan.
Tidak saja untuk sekadar mengisi waktu kosong atau mengusir kebosanan di rumah. Berkebun di rumah mulai disadari sebagai satu cara “mendekatkan pasar dari rumah”. Atau memulai suatu upaya pemenuhan akses pangan secara mandiri, dari rumah.
Poin kedua ini menarik terutama di masa pandemi. Ketersediaan pangan di rumah setidaknya untuk sayuran bukan hal mustahil dapat dijadikan sebagai suatu budaya. Manfaatnya luar biasa, selain dapat menikmati sayuran sehat, menanam di rumah secara perlahan akan menggiring kita untuk hidup dekat dengan alam (back to nature).
Hal itu, karena konsep urban farming saat ini telah beririsan erat dengan pertanian organik dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Sebagai contoh, penanaman sayuran semakin populer memakai botol plastik bekas atau kantong bekas. Atau pupuk organik yang sudah memakai kompos olahan limbah rumah tangga atau eco enzyme.
[irp]
Dengan demikian, pertanian ala urban sekaligus akan mengubah minset kita pada dimensi yang lebih luas yakni tentang pentingnya pangan sehat yang ramah lingkungan. Juga tak kalah pentingnya adalah bertumbuhnya pola hidup ramah lingkungan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan dan penanganan sampah.