Benihnya Kembali Diekspor, Ini Fakta Lobster dan Siklus Hidupnya!
Klikhijau.com – Benih lobster kembali diekspor, yang pada era Susi Pudjiastuti menjabat sebagai menteri Kelautan dan Perikanan (KP). Keran ekspor benih lobster ditutup rapat. Namun, begitu peralih...
Klikhijau.com – Benih lobster kembali diekspor, yang pada era Susi Pudjiastuti menjabat sebagai menteri Kelautan dan Perikanan (KP). Keran ekspor benih lobster ditutup rapat.
Namun, begitu peralihan nakhkoda menteri KP ke tangan Edhy Prabowo, keran benih lobster kembali dibuka. Pembukaan itu menuai pro dan kontrak.
Lobster merupakan avertebrata anggota Filum Arthropoda yang hidup di dalam air, begitu menurut Arief Setyanto dkk dalam Robles (2018).
Lobster adalah jenis udang dengan ukuran yang besar. Udang sendiri ada dua jenis, yakni udang penaied dan udang lobster.
[irp]
Kedua jenis udang ini dari segi ekonomi memiliki nilai yang tinggi. Namun, meski demikian lobster berada setingkat di atas udang penaied.
Di Indonesia, perairan potensial penghasil lobster, selain Pantai Selatan Garut, tersebar mulai dari pantai Barat dan pantai Timur Sumatera, pantai Utara dan Selatan Jawa (Gunung Kidul, Cilacap dan Pacitan), Teluk Bone, Selatan Makasar, Laut Maluku hingga Arafura (Rianta Pratiwi dalam Mahdiana & Laurensia, 2018).
Menurut Arief Setyanto dkk (2018) lobster adalah salah satu marga dari family Palinuridae memiliki 49 spesies. Di perairan Indo-Pasific Barat terdapat 11 spesies, dan 6 di antaranya terdapat di perairan Indonesia.
Keenam spesies lobster yang ada di Indonesia tersebut adalah panulirus homarus, panulirus panicillatus, panulirus cygnus, panulirus polyphagus, dan panulirus versicolor.
Lobster juga biasa disebut udang karang, karena ia menyukai perairan pantai yang terdapat bebatuan berupa terumbu karang.
Keberadaan terumbu karang membuat lobster merasa aman karena terumbu karang berfungsi sebagai pelindung dari terjangan ombak.
Selain itu, terumbu karang juga sebagai tempat bersembunyi dari predator, serta sebagai daerah pencarian makanan bagi lobster.
[irp]
Arief Setyanto, Nabilla Artini Rachman, dan Eko Sulkhani Yulianto (2018) dalam penelitiannya yang berjudul Distribusi dan Komposisi Spesies Lobster yang Tertangkap di Perairan Laut Jawa bagian Jawa Timur, Indonesia mengungkapkan siklus hidup lobster mengalami 5 fase, yakni mulai dari dewasa yang memproduksi sperma atau telur, menetas menjadi filosoma (larva), kemudian berubah menjadi puerulus (post larva), tumbuh menjadi juvenil, dan dewasa
Selain menjalani lima fase kehidupan. Lobster juga memiliki fakta yang cukup menarik, di antaranya:
-
Memiliki 2 Perut
-
Kencing dari wajah
-
Kanibal
-
Capit
-
Berusia panjang