TN Taka Bonerate Melakukan Pemeliharaan Hasil Transplantansi Terumbu Karang

Publish by -42 kali dilihat
Penulis: Redaksi dan Asri (PEH)
TN Taka Bonerate Melakukan Pemeliharaan Hasil Transplatansi Terumbu Karang
Pemeliharaan transplantasi karang-Foto/Ist

Klikhijau.com – Taman Nasional (TN) Taka Bonerate melakukan pemeliharaan transplantasi terumbu karang di dua resor yakni Resor Jinato dan resor Pasitallu Timur, Jum’at, 17 April 2020.

Kegiatan transplantasi karang tidak berhenti hanya dengan penanaman bibit dan peletakan rangka saja. Rangkaian kegiatannya mencakup pemeliharaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Sesuai dengan rencana pemulihan ekosistem terumbu karang di TN Taka Bonerate Selayar.

Kegiatan transplantasi karang diikuti dengan kegiatan pemeliharaan secara berkala.

Oleh karena itu, sejak akhir bulan Maret 2020, petugas teknis dan petugas lapang SPTN Wilayah II Jinato melaksanakan giat pemeliharaan hasil transplantasi karang.

KLIK INI:  Begini Kemeriahan Pelepasliaran Tukik di Resor Jinato TN Taka Bonerate

Dari hasil pengamatan tim terlihat, ada lebih dari 800 rangka di Resort Jinato dan 156 rangka di Resort Pasitallu Timur yang dipelihara dalam kegiatan ini.

Jenis pemeliharaannya pun disesuaikan dengan kondisi terkini hasil transplantasi karang pada masing-masing zona rehabilitasi tersebut.

Pemeliharaan yang dilakukan di Zona Rehabilitasi Resort Pasitallu Timur meliputi pembersihan media rangka dari sedimen maupun alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang. Penggantian/penyulaman anakan karang yang mati atau pertumbuhannya kurang optimal, penataan kembali rangka substrat dan pematokan rangka terlemah/terluar.

Berbeda dengan Pasitallu Timur, tingkat pertumbuhan dan keberhasilan transplantasi karang di Zona Rehabilitasi Resort Jinato terbilang cukup tinggi.

Jumlah rangka yang jauh lebih banyak sehingga pemeliharaan pada hasil transplantasi karang Resort Jinato lebih kepada pembersihan media rangka dari kotoran, sedimen, maupun alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang. Juga penyulaman/penggantian anakan karang yang mati atau pertumbuhannya kurang optimal.

KLIK INI:  Pemantauan Pemutihan Karang Dilakukan di Perairan Selayar, Begini Hasilnya!

Ditemui disela kegiatan Sunadi Buki (PEH) selaku ketua tim berharap pemeliharaan hasil transplantasi dapat menekan angkan kematian anakan karang.

“saya berharap upaya pemeliharaan hasil transplantasi karang ini dapat menekan angka kematian anakan karang. Juga meningkatkan persentase keberhasilan transplantasi karang sehingga tujuan pemulihan ekosistem terumbu karang pada zona rehabilitasi tersebut dapat tercapai,” jelas Sunadi.

transplantasi karang
Pemeliharaan transplantasi karang oleh Tim TN Taka Bonerate-Foto/Ist
Transplantasi karang

Transplantasi karang merupakan satu teknik rehabilitasi lingkungan laut yang dilakukan untuk melestarikan kekayaan alam berupa biota laut yang hidup di sekitar terumbu karang.

Dikutip Rimbakita, metode transplantasi karang dapat dilakukan dengan 4 cara sebagai berikut:

  • Transplan tidak dikaitkan pada sustrak, cara ini dilakukan untuk perbaikan karang akibat kerusakan alami seperti badai dan serangan hewan laut.
  • Transplan ditanam pada lubang terumbu, yaitu menempelkanbagian karang sekitar 10 cm pada lubang terumbu karang kemudian menginkatnya pada tempat pemulihan.
  • Transplant diikat pada sustrat semen, ini adalah cara paling sering dilakukan walau cukup menguras tenaga.
  • Transplan diikat dengan kabel. Ini satu cara yang dilakukan dengan mengikat transplant dengan kabel pada struktur atau substrat buatan. Setelah itu, kemudian dipindah ke lingkungan pemulihan.

Setelah transplantasi karang dilakukan, tahap selanjutnya adalah pengawasan (monitoring) dan pemeliharaan.

Pengawasan meliputi aktivitas berikut:

  • Memperhatikan apakah karang dapat bertahan hidup atau tidak.
  • Mengamati tingkat pertumbuhan dan kematian jaringan karang.
  • Mengawasi pengikatan struktur atau substrat.
  • Memperhatikan kualitas karang.

Sedangkan tahap pemeliharaan meliputi:

  • Penempelan kembali bibit karang yang terlepas.
  • Menghilangkan gangguan yang dapat berupa sampah plastik dan benda lainnya.
  • Menghilangkan predator yang dapat menghambat bahkan memicu kegagalan transplantasi, seperti gastripoda dan echinodermata yang memiliki tubuh bulat berduri.
KLIK INI:  Pengamat: Negara Lamban Atasi Covid-19, “Selective Mobilization” Mestinya Diterapkan
Editor: Ahmad Fikri

KLIK Pilihan!