Benarkah Kopi Bungkus Mengandung Mikroplastik?
Klikhijau.com - Keberadaan mikroplastik semakin meluas. Ukurannya yang kecil memungkinkannya berada pada tempat tidak terduga. Bisa merasuk ke mana saja, termasuk ke dalam feses hingga darah manusia....
Klikhijau.com - Keberadaan mikroplastik semakin meluas. Ukurannya yang kecil memungkinkannya berada pada tempat tidak terduga. Bisa merasuk ke mana saja, termasuk ke dalam feses hingga darah manusia.
Cara masuk mikroplastik ke tubuh manusia bisa melalui udara yang dihirup, makanan, dan juga minuman. Sekali lagi, ukurannya yang mini alias kecil membuatnya "lincah" bergerak.
Bagaimana efeknya jika terpapar mikroplastik? Sejauh ini para ilmuwan belum yakin apa efek senyawa ini pada kesehatan manusia.
Namun demikian, saat semakin banyak penelitian yang memberikan bukti jelas bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan bahkan kerusakan DNA. Karena itu harus dicegah sejak ini.
[irp]
Apalagi mikroplastik menghuni hampir segala lini, bahkan termasuk dalam segelas kopi. Tapi, jangan keliru dulu, kopi yang dimaksud adalah kopi bungkus yang pembungkusnya ada kandungan plastiknya.
Belum lama ini, Universitas Sichuan di China memimpin sebuah tim peneliti. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials.
Tim yang melakukan penelitian tersebut telah menemukan bahwa minum satu cangkir kopi per minggu dapat membuat seseorang terpapar lebih dari 90.000 partikel mikroplastik setiap tahun.
[irp]
Para ilmuwan memeriksa tiga jenis cangkir plastik yang berbeda di mana kopi dibawa pulang biasanya disajikan, yakni polipropilen (PP), polietilen tereftalat (PET), dan polietilen (PE).
Mereka mengisi masing-masing dari tiga jenis cangkir dengan 400 mililiter air, menyegelnya dengan kertas timah untuk menghindari mikroplastik di udara memasuki cangkir, dan mengocoknya selama satu menit. Prosedur ini dilakukan pada gelas kimia yang bersih, untuk menghindari kemungkinan kontaminasi prosedural.