Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Benalu di Senja Hari

ada benalu tumbuh di sepotong pohon, berdiri di ambang sunyi menunggu hujan yang jauh pergi tak kembali “matahari terasa terik” benalu yang dahaga meminum dari sepotong pohon daun-daun menguning...

Oleh Idris Makkatutu 19 May 2019 06:01 1 menit baca
ada benalu tumbuh di sepotong pohon, berdiri di ambang sunyi menunggu hujan yang jauh pergi tak kembali “matahari terasa terik” benalu yang dahaga meminum dari sepotong pohon daun-daun menguning sunyi menganga musim-musim tiada air angin bertiup disusupi debu reranting merapuh .......hujan tergadai….... di senja buram benalu keropos ngeri sergapnya rakus benalu pindah ke tubuhku, di senja buram itu.## *******

Gerimis yang Pekat

  gerimis pekat melumut di hati melumat cahaya bingungkan waktu gerimis meringis setubuhi malam hilangkan aroma remuk risau gerimis resah pergi jauh lalu hilang gerimis merindu teriak-teriak
Penulis, Aira Maharani, lahir di Bandung, 23 Mei 1993, saat ini bekrja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan di kotanya
Topik terkait
#literasi hijau #ekologi sastra #puisi lingkungan #kampanye lingkungan dengan puisi