Bangun dari Tidur, Tire Menebar Bau Bangkai yang Disambut Suka Cita
Klikhijau.com - Begitu hujan tiba di November. Tire atau porang bangkit dari masa tidurnya. Tumbuhan yang kini jadi primadona itu akan tumbuh kembali. Menghijaukan bumi. Tire tak hanya tumbuh di ke...
Klikhijau.com - Begitu hujan tiba di November. Tire atau porang bangkit dari masa tidurnya. Tumbuhan yang kini jadi primadona itu akan tumbuh kembali. Menghijaukan bumi.
Tire tak hanya tumbuh di kebun yang jauh dari rumah seperti dulu. Sekarang tumbuh dengan perawatan maksimal, bahkan di halaman rumah.
Beberapa tahun terakhir, tumbuhan bernama ilmiah Amorphophallus muelleri itu telah jadi komoditi menjanjikan, khususnya di Desa Kindang, Bulukumba. Setiap ada warga yang berkumpul, pembahasannya akan mengarah pada satu arah, tire.
Tire telah mendenyutkan kehidupan dan perbincangan. Jika pembahasan sudah menyinggung tumbuhan yang dulu tumbuh liar dan meresahkan itu, maka pembahasan lain hanya pelengkap.
[irp]
Harganya yang cerah dan perawatan yang minim, membuat banyak orang berinvestasi puluhan hingga ratusan juta rupiah kepada tumbuhan dari penghasil umbi itu.
Perawatannya yang minim, membuat para tetua memiliki sindiran halus sekaligus kejam pada generasi muda.
"Punna tire talanakkulle napanai, onjongpa maraenga (Jika porang saja tak bisa dibangun/budidaya, yang lain akan mustahil."
Sindiran itu, menunjukkan bahwa betapa mudahnya menanam atau membudidayakan tire, jika tak bisa menggarap lahan dengan baik, cukup lemparkan saja buahnya, maka akan tumbuh dengan sendirinya.
[irp]
Tunggulah hingga masa panen tiba, satu atau dua tahun kemudian baru kembali "menjenguknya". Tire tak akan mengecewakanmu.
Namun, rupanya, karena harganya yang cerah, banyak yang tak ingin serampangan membudidayakannya. Petani, khususnya petani muda memperlakukannya seperti tanaman sayur mayur, dimanjakan dengan tanah yang digemburkan dan juga pupuk.