Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Bagaimana Bisa Polusi Udara Memicu Badai petir yang Lebih Intens dan Berbahaya?

Klikhijau.com - James Madison University (JMU) belum lama ini merilis sebuah studi tentang hubungan antara polusi udara dan badai petir. Hasil temukan peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal Atmo...

Oleh Tim Redaksi 02 Sep 2024 10:53 4 menit baca
Klikhijau.com - James Madison University (JMU) belum lama ini merilis sebuah studi tentang hubungan antara polusi udara dan badai petir. Hasil temukan peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal Atmospheric Research itu sungguh mengejutkan. Polusi udara membuat badai petir di musim panas menjadi lebih intens dan berbahaya. Para peneliti menemukan bahwa dalam atmosfer yang tidak stabil, partikel polusi meningkatkan jumlah sambaran petir dari awan ke tanah. Di sisi lain, badai petir juga berdampak pada kualitas udara. Sifat dampak ini rumit karena badai petir memengaruhi polusi udara baik secara positif maupun negatif. [irp] Lebih jauh lagi, angin kencang dan turbulensi yang ditimbulkan oleh badai petir membantu mencampur udara. Hal itu menyebarkan polutan lokal dan mengurangi konsentrasinya di dekat permukaan. Badai petir juga dapat berdampak negatif pada kualitas udara. Misalnya, badai petir berkontribusi terhadap polusi udara dengan mengangkat polutan permukaan ke atmosfer bagian atas, yang kemudian dapat terbawa hingga jarak yang jauh, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas udara di tempat yang jauh dari sumbernya. Dalam beberapa kasus, petir dari badai petir dapat memicu kebakaran hutan, yang melepaskan sejumlah besar asap dan partikel, sehingga secara signifikan menurunkan kualitas udara di area yang luas. Lebih jauh lagi, petir menghasilkan ozon di atmosfer bagian bawah. Meskipun ozon bermanfaat di atmosfer bagian atas, ozon menjadi polutan yang berbahaya dan komponen utama kabut asap di permukaan tanah. Meski begitu, curah hujan yang tinggi dapat bertindak sebagai pembersih alami bagi atmosfer. Hujan membantu “membersihkan” polutan seperti debu, serbuk sari, dan partikel dari atmosfer. Efek pembersihan ini dapat menyebabkan peningkatan sementara pada kualitas udara. [irp] Para peneliti dalam menyelidiki hubungan antara polutan udara dan badai petir, meneliti setengah juta badai di dua wilayah yang berbeda secara geografis, yakni Washington DC dan Kansas City, Missouri. Mereka berfokus pada lingkungan aerosol dan termodinamika di sekitar permulaan badai petir . Secara keseluruhan, tim JMU menganalisis hampir 200.000 badai petir di wilayah Washington, DC dan lebih dari 300.000 di wilayah Kansas City. Mereka menggabungkan data petir dari awan ke tanah selama 12 tahun dari National Lightning Detection Network dengan data polusi udara dari ratusan stasiun pemantauan di kedua kota tersebut. "Pola cuaca regional bervariasi dalam kecenderungannya untuk menghasilkan badai petir dan kilat. Namun, pola cuaca ini juga dapat dikaitkan dengan arah transportasi dan konsentrasi polusi udara yang berbeda," catat para peneliti. Penelitian tersebut mengungkap korelasi yang jelas bahwa di lingkungan dengan ketidakstabilan atmosfer yang tinggi, peningkatan polusi menyebabkan peningkatan sambaran petir dari awan ke tanah. [irp] Penulis utama studi Profesor Mace Bentley mengatakan, polusi berperan sebagai inti awan. “Polusi dibawa ke awan melalui arus udara ke atas; arus udara ke atas dan arus udara ke bawah kemudian memisahkan partikel polusi, yang membagi muatan listrik di awan dan menyebabkan lebih banyak produksi petir,” katanya. Para ahli mencatat bahwa meskipun lingkungan badai petir musim hangat sangat berbeda antara wilayah Washington DC dan Kansas City, tampaknya intensitas badai petir (yang diukur berdasarkan jumlah kilatan) diatur oleh hubungan termodinamika-aerosol yang serupa. [irp]
 Campur tangan perubahan iklim
Perubahan iklim telah menjadi biang kerik banyak hal. Termasuk hubungan antara polusi udara dan badai petir. Keduanya juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang lebih luas. Nah,  perubahan iklim dapat memengaruhi tingkat polusi dan intensitas badai, yang dapat mengubah siklus umpan balik. Pada akhirnya, meskipun badai petir dapat membantu mengurangi polusi udara, yang pada gilirannya dapat mengurangi frekuensi atau intensitas badai berikutnya, sifat pasti dari lingkaran umpan balik ini bergantung pada kondisi atmosfer spesifik dan jenis polutan yang terlibat. Mengenai studi JMU, Profesor Bentley saat ini tengah memperluas penelitiannya ke Bangkok, kota besar dengan tingkat polusi yang bahkan lebih tinggi daripada Washington, DC, dan Kansas City, dan terletak di iklim tropis yang panas. Temuan awal menunjukkan pola yang sama, dengan tingkat petir yang lebih tinggi dalam badai-badai ini. “Sepertinya di mana pun Anda berada di dunia, polusi perkotaan mampu meningkatkan badai petir dan kilat,” pungkas Profesor Bentley. [irp] Dari Earth
Topik terkait
#polusi udara #perubahan iklim #krisis lingkungan #polutan udara #badai petir