AZWI Desak Reformasi Tata Kelola Sumber Sampah di Banyumas

Klikhijau.com - Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menyoroti berbagai kelemahan dalam tata kelola pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Meski kerap dianggap sebagai model keberhasilan dan banyak...

AZWI Desak Reformasi Tata Kelola Sumber Sampah di  Banyumas
Bacakan Artikel

Pemerintah lupa

Sejak awal kehebohan pengelolaan sampah Banyumas, AZWI telah melihat bahwa kisah keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas too good to be true. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sering lupa bahwa program yang masif yang diterapkan di Kabupaten Banyumas hanya dapat berjalan karena keberanian pimpinan daerah mengalokasikan sekitar 6% APBD untuk pengelolaan sampah, yang sebagian besar digunakan untuk investasi. Sayangnya, kebijakan tersebut tidak didukung oleh amanat alokasi anggaran yang kuat pada dokumen perencanaan daerah, padahal anggaran operasional pengelolaan sampah perlu terus tersedia dalam jumlah memadai.

Selain itu, dari sisi kelembagaan pada dasarnya Kabupaten Banyumas menggunakan pendekatan ‘lepas tangan’, yang sama saja dengan pemerintah daerah lain yaitu mengandalkan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang merupakan lembaga informal sebagai pengelolaan fasilitas pengelolaan sampah. Akibatnya sangat sulit mempertahankan kinerja pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Kebuntuan dalam peningkatan kinerja pengelolaan sampah di seluruh Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari berbagai kebijakan Pemerintah Pusat yang belum berhasil menciptakan ekosistem tata kelola yang kondusif. Kami menyambut baik inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menerapkan penegakan hukum yang tegas kepada Kabupaten/kota. Namun masih banyak pekerjaan lain yang perlu diselesaikan untuk membangun ekosistem tata kelola yang mendukung pemerintah daerah. Diantaranya adalah evaluasi pembagian kewenangan dan kelembagaan pada Undang-Undang Pemerintah Daerah, posisi urusan pengelolaan sampah, serta mempertegas standar pengelolaan sampah pada regulasi nasional menjadi terpilah dan berorientasi pada pengolahan dan pemanfaatan sampah organik di sumber sampah, pembatasan timbulan dan guna ulang,” pungkas David.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2