Aufa, Buah Rotan dan Manfaat Menarik yang Dikandungnya
Klikhijau.com – Setiap kali buah rotan yang telah dikupas itu menyentuh bibir Aufa. Ekspresi wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan. Saya tak tahan menahan tawa—menertawai ekspresi lucu gadis kecil y...
Klikhijau.com – Setiap kali buah rotan yang telah dikupas itu menyentuh bibir Aufa. Ekspresi wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan. Saya tak tahan menahan tawa—menertawai ekspresi lucu gadis kecil yang baru menginjak usia tiga tahun itu.
Buah rotan itu saya bawah dari hutan. Saat berkunjung untuk pertama kalinya di akhir November lalu. Itu pertama kalinya pula saya melihat buah tanaman yang kerap dijadikan kerajinan tangan tersebut. Buahnya kecil dan menawan. Berwarna putih. Bersisik seperti buah salak.
Saat belum matang, seperti yang saya petik dan bawa pulang di kantong celana itu. Rasa daging buahnya asam atau kecut.
Rasa asamnya itulah yang membuat ekspresi Aufa tampak lucu setiap ia mencicipinya. Bagi sahabat hijau yang menyukai buah dengan rasa asam, maka buah rotan bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.
[irp]
Hanya saja, tidak mudah menemukan rotan yang berbuah. Tidak semua jenis rotan menghasilkan buah.
“Hanya rotan tertentu saja yang berbuah,” terang Fikar, yang memiliki ide awal untuk mencicipi buah rotan saat kami berkunjung ke hutan di sekitaran lereng gunung Lompobattang dan Bawakaraeng.
“Saat buahnya matang akan terlihat kehitaman. Rasanya manis.”
Sayangnya, buah rotan yang kami temukan belum matang. Jadi rasanya asam.
“Ngalleki deh, pappatturung iloro!” Ajak Fikar. Saya pun memetiknya lalu memasukkannya ke kantong celana.
Buah rotang yang masih mentah memang ampuh “menghadirkan” kembali liur yang terampas oleh lelahnya perjalanan.
Apa yang dikatakan Fikar memang terbukti, buah rotan memang ampuh pappaturung iloro. Paturung dapat diartikan menurunkan atau menghadirkan, sedangkan iloro artinya liur.
[irp]
[caption id="attachment_30042" align="aligncenter" width="650"] Buah rotan-foto/Ist[/caption]