Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Jepang tentang Kebersihan?
Klikhijau.com - Bukan Jepang kalau tidak selalu memukau tentang sikap mereka terhadap kebersihan. Bukan cuma di negara mereka, tetapi mereka selalu menunjukkan di luar ketika berada di negara lain. Be...
Klikhijau.com - Bukan Jepang kalau tidak selalu memukau tentang sikap mereka terhadap kebersihan. Bukan cuma di negara mereka, tetapi mereka selalu menunjukkan di luar ketika berada di negara lain. Beberapa kejadian yang mungkin sempat kita tahu karena sempat viral.
Pendukung Timnas Jepang memunguti sampah-sampah mereka ketika pertandingan usai, entah timnya menang atau kalah pada perhelatan Piala Dunia di Brazil (2014) dan Rusia (2018). Tindakan terpuji ini tidak hanya ditunjukkan oleh suporter mereka, tetapi para pemainnya sendiri. Ruang ganti para pemain bersih dari satu sampah pun. Kondisinya sama seperti semula.
Kordinator General FIFA, Priscilla Janssens, bahkan men-tweet, “What an example for all teams!”, yang kemudian menjadi viral.
Atau beberapa jemaah haji dari Jepang ketika melaksanakan ritual keagamaan ke Mekkah memunguti sampah-sampah yang dibuang oleh para jemaah dari negara-negara lain.
[irp]
Atau yang paling ekstrim mungkin, ritual para petugas Shinkansen (kereta api cepat) yang membersihkan ruang kereta hanya dalam tujuh menit. Bahkan atraksi ini menjadi tontonan tersendiri bagi para turis.
Saat kuliah di Amerika Serikat, saya menyaksikannya sendiri. Saya memiliki beberapa teman dari Jepang. Kami seapartemen. Dapur kami adalah dapur umum. Dengan begitu saya bisa melihat perilaku mereka terhadap kebersihan.
Jika saya atau yang lain biasa menumpuk barang-barang di meja dapur ketika masak, berbeda dengan mereka yang dari Jepang. Mereka tidak akan menumpuknya.
Keadaan kompor dan meja akan sebersih sebelum dan sesudah mereka masak. Meski mereka tahu jika di tempat kami ada petugas yang yang berkewajiban membersihkan dapur.
[irp]
Padahal mereka ini masih remaja. Rata-rata teman saya itu adalah mahasiswa awal yang datang ke Amerika untuk belajar Bahasa Inggris selama dua bulan. Remaja seusia mereka biasanya seusia mereka di Indonesia sebagaimana beberapa teman Indonesia yang saya kenal justru rajin membuang sampah di jalanan atau ketika diajak membersihkan sampahnya di kantin akan berceloteh,
“Adaji petugasnya. Di gaji pula. Biar ada kerjanya.”