Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Aksi Akar Rumput DAS Balangtieng Pukau Ibu Kota di Raksha Loka Fest 2026

Klikhijau.com - Gelaran Festival Raksha Loka 2026 yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22 hingga 23 Mei 2026, menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan komunitas lokal dalam memu...

Oleh Arman Jaya 22 May 2026 16:49 4 menit baca
Klikhijau.com - Gelaran Festival Raksha Loka 2026 yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22 hingga 23 Mei 2026, menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan komunitas lokal dalam memulihkan ekosistem sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Di antara berbagai inisiatif nasional yang dipamerkan, strategi pelestarian lingkungan dari bentang alam Daerah Aliran Sungai (DAS) Balangtieng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sukses mencuri perhatian publik urban ibu kota. Dua motor penggerak dari kawasan tersebut, yakni Dana Mitra Tani dan Komunitas Peduli Sungai, hadir membawa bukti nyata bahwa penyelamatan lingkungan yang berkelanjutan harus dimulai dari kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak. Festival edukasi, budaya, dan lingkungan ini diinisiasi oleh Program Hibah Kecil Fasilitas Lingkungan Global (GEF SGP) Indonesia bersama Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). Mengusung konsep ramah lingkungan yang minim sampah (zero-waste event), festival ini dirancang sebagai ruang perayaan sekaligus refleksi atas keberhasilan berbagai inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas di tanah air. Raksha Loka Fest 2026 yang mengusung tema besar “Jaga Alam, Jaga Kehidupan” ini berhasil mempertemukan para pejuang lingkungan garis depan dari pedesaan dengan perwakilan pemerintah, akademisi, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat urban. [irp] Sorotan utama dalam forum ini tertuju pada sesi talkshow bertajuk “Musyawarah Belajar Mitra: Belajar dari Desa, Strategi Komunitas Memulihkan Ekosistemnya”. Sesi strategis ini menghadirkan praktik-praktik baik pelestarian lingkungan yang dipelopori oleh komunitas mitra GEF SGP di Indonesia, mencakup spektrum luas mulai dari konservasi laut, perlindungan hutan, hingga penguatan ekonomi warga. Pada sesi inilah, Ketua Dana Mitra Tani, Sri Puswandi, bersama perwakilan Komunitas Peduli Sungai, Abdul Haris Mubarak, memaparkan integrasi antara konservasi sungai dan pemberdayaan masyarakat yang telah mereka jalankan di kawasan DAS Balangtieng. Dalam paparannya di hadapan audiens yang memadati area diskusi, Sri Puswandi membagikan pengalaman komprehensif mengenai pendampingan petani aren di lanskap DAS Balangtieng. Menurut Wandi, langkah mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal tidak harus menggunakan teknologi yang rumit, melainkan melalui inovasi fungsional yang langsung menjawab kebutuhan warga. Salah satu terobosan konkret yang diadopsi oleh para petani aren di Bulukumba adalah penggunaan tungku hemat energi untuk proses pengolahan hasil panen. Penggunaan tungku inovatif ini terbukti mampu menekan konsumsi kayu bakar secara signifikan, yang pada kelanjutannya berkontribusi langsung dalam pengurangan emisi gas rumah kaca serta menjaga tegakan pohon di sekitar kawasan tangkapan air. [irp] Inovasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan domestik. Sri Puswandi menjelaskan bahwa para keluarga petani aren kini berhasil memperkuat ketahanan ekonomi mereka melalui diversifikasi dan pengembangan produk turunan gula aren. Saat ini, komoditas yang dihasilkan tidak lagi terbatas pada bentuk tradisional, melainkan telah berkembang menjadi varian produk bernilai jual tinggi seperti gula batok, gula bubuk (gula semut), hingga gula aren cair. Seluruh produk hilir ini diproses secara ketat tanpa campuran bahan kimia, menghasilkan produk alami dan organik yang sangat diminati oleh pasar pangan sehat saat ini. Guna memastikan keberlanjutan roda ekonomi dan kedaulatan para produsen lokal, Dana Mitra Tani bersama warga juga menginisiasi pembentukan koperasi institusional di desa. Keberadaan koperasi ini mengemban peran ganda yang sangat vital bagi komunitas. Di satu sisi, koperasi bertindak sebagai wadah pemasaran terpadu yang memotong rantai tengkulak, sehingga memastikan para petani mendapatkan harga yang adil dan menguntungkan. Di sisi lain, koperasi tersebut berfungsi sebagai pusat layanan pendidikan dan literasi keuangan bagi anggota serta keluarga petani, memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu mengelola aset ekonomi mereka secara mandiri dalam jangka panjang. Sejalan dengan upaya penguatan ekonomi tersebut, Abdul Haris Mubarak dari Komunitas Peduli Sungai menegaskan bahwa kelestarian DAS Balangtieng sangat bergantung pada kesadaran kolektif warga dalam menjaga ekosistem sungai. Aliran sungai yang bersih dan terjaga merupakan urat nadi bagi keberlangsungan pertanian organik dan aktivitas domestik masyarakat di sepanjang bantarannya. Sinergi antara konservasi sungai yang dikawal oleh Komunitas Peduli Sungai dengan penguatan ekonomi hulu oleh Dana Mitra Tani menciptakan sebuah model perlindungan kawasan yang holistik, di mana alam dijaga karena memberikan manfaat langsung bagi penghidupannya. Rangkaian kegiatan Festival Raksha Loka 2026 dikemas secara interaktif dan inklusif dengan tujuan utama menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda perkotaan agar lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan di tingkat akar rumput. Sepanjang dua hari penyelenggaraan, para pengunjung disuguhkan pameran produk ramah lingkungan dari berbagai komunitas lokal seluruh Indonesia, lokakarya interaktif, diskusi publik, serta forum kolaborasi yang intensif membahas solusi krisis iklim global dari perspektif lokal. Menutup seluruh rangkaian edukasi dan diplomasi lingkungan tersebut, festival ini diakhiri dengan panggung hiburan budaya serta konser musik yang menampilkan musisi-musisi kenamaan tanah air seperti Yura Yunita, Barasuara, dan The Panturas, yang turut menyuarakan pesan-pesan kelestarian bumi dari atas panggung.  
Topik terkait
#peduli sungai #das balantieng #dmt bulukumba #petani organik