Apa yang Terjadi jika Nyamuk Musnah dari Muka Bumi?

Klikhijau.com - Nyamuk, sepertinya tak ada yang beternak makhluk kecil pengusik itu di muka bumi ini. Hingga kini, saya belum pernah menemukan tips memelihara nyamuk. Namun, sebaliknya kita dengan...

Apa yang Terjadi jika Nyamuk Musnah dari Muka Bumi?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Nyamuk, sepertinya tak ada yang beternak makhluk kecil pengusik itu di muka bumi ini. Hingga kini, saya belum pernah menemukan tips memelihara nyamuk.

Namun, sebaliknya kita dengan muda menemukan produk membasmi nyamuk. Bahkan beberapa waktu lalu, perusahaan induk Google, yakni Alphabet, melalui anak perusahaannya bernama Verily, menyusun rencana untuk melenyapkan nyamuk dari muka bumi.

Bukan hanya itu, Innisfail perusahaan dari Australia juga mencanangkan program serupa, dan mampu mengurangi populasi nyamuk hingga 80%. Banyak yang kemudian berharap, hal ini bisa diteruskan ke seluruh tempat di dunia agar terbebas nyamuk.

Bagaimana caranya memusnahkan nyamuk? Caranya dengan menyebarkan populasi nyamuk jantan yang sengaja dibikin mandul alias steril sehingga tidak bisa menghasilkan keturunan. Nyamuk jantan ini juga tidak menggigit manusia.

Kenapa nyamuk hendak dimusnahkan, ini karena menurut WHO, nyamuk adalah salah satu hewan paling mematikan di dunia. Ia mampu membawa dan menyebarkan penyakit ke manusia menyebabkan jutaan kematian.

Bayangkan pada 2015, untuk penyakit malaria saja, nyamuk menyebabkan 438.000 kematian. Demam berdarah di seluruh dunia pun meningkat 30 kali lipat dalam 30 tahun terakhir.

Zika, demam berdarah, chikungunya, dan demam kuning semuanya ditularkan ke manusia oleh nyamuk aedes aegypti. Lebih dari setengah populasi dunia tinggal di daerah di mana spesies ini ada dan berkembang biak.

Apa dampaknya jika nyamuk musnah?

Pertanyaan di atas tentu patut direnungkan. Sebuah studi empat tahun, yang baru dimulai Oktober tahun lalu, coba menyibak siklus hidup beberapa generasi Anopheles gambiae, dari larva hingga dewasa hingga mati.

Studi itu juga melacak dengan tepat bagaimana siklus hidup itu bersinggungan dengan kelelawar lokal, ikan, bunga, dan serangga lainn.

Hasil studi tersebut, Jika nyamuk musnah akan berdampak pada populasi kelelawar yang sudah terancam, itu masalah besar, hal yang sama tentu berlaku untuk mata rantai makanan lain.

Sedangkan pakar serangga dari Laboratorium Public Health Entomology University of Kentucky, Grayson Brown, menyatakan jika nyamuk punah, banyak serangga akan kesulitan mendapatkan sumber makanan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2