Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Literasi Lingkungan

5 Lagu Ebiet G. Ade Bertema Alam yang Patut Direnungkan

Klikhijau.com – Ebiet G. Ade, nama yang akan selalu mengental di ingatan. Lagu-lagunya sarat dengan makna. Lirik-liriknya yang puitik membawa warna tersendiri bagi dunia musik Indonesia. Ia lahir d...

Oleh Tim Redaksi 30 Jul 2021 01:30 4 menit baca
Klikhijau.com – Ebiet G. Ade, nama yang akan selalu mengental di ingatan. Lagu-lagunya sarat dengan makna. Lirik-liriknya yang puitik membawa warna tersendiri bagi dunia musik Indonesia. Ia lahir di Jawa Tengah, 21 April tahun 1954 dengan nama Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far. Namun, nama itu aslinya itu tak setenar dengan nama panggungnya, Ebiet G. Ade. Ebiet adalah sedikit dari musisi Indonesia yang konsisten menyuarakan suara alam dan duka derita dari kelompok yang tersisih dalam lagu- lagunya. Di antara banyak lagu yang ia ciptakan dan nyanyikan sendiri, rata-rata mengandung diksi alam yang membuatnya kian memikat. Ini 5 lagu Ebiet G. Ade yang bertema alam yang layak didengarkan dan direnungkan: [irp]
Do’a Sepasang Petani Muda
Mari kita tunggu datangnya hujan Duduk bersanding di pelataran Sambil menjaga mendung di langit Agar tak ingkar, agar tak pergi lagi Kasih, kemarilah duduk merapat Agar lebih tegar kita memohon Turunnya hujan basahi bumi ini Kau dengar ada jeritan ilalang yang terbakar dan musnah Usah menangis, simpan di langit Jadikan mendung segera luruh jatuh kebumi Basahi ladang kita yang butuh minum Basahi sawah kita yang kekeringan Basahi jiwa kita yang putus asa Kemarau ini begitu mencekam Kasih, kemarilah duduk merapat Agar lebih tegar kita memohon Turunnya hujan basahi bumi ini Kau dengar ada jeritan ilalang yang terbakar dan musnah Usah menangis, simpan di langit Jadikan mendung segera luruh turun kebumi Basahi ladang kita yang butuh minum Basahi sawah kita yang kekeringan Basahi jiwa kita yang putus asa Kemarau ini begitu mencekam [irp]
Bahasa Matahari
Seringkali aku tak mampu menangkap isyaratmu lewat cuaca Matahari, ombak di laut sering membisikkan yang bakal terjadi Kadangkala aku memilih berdusta mengkhianati suara hati Sesungguhnya kejujuran dapat menangkal semua malapetaka Mari kita mencoba bersahabat dengan alam, bumi, langit dan matahari Bahasa mereka kita pelajari Tentunya dengan kalimat jiwa yang rahasia Tuhan menghendaki kita pelihara bumi beserta s'luruh isinya du du du du du du du du du du du du du Untuk itu kita harus memahami du du du du du du du du du du du du du bahasa matahari Sesungguhnya aku tak mampu menjawab ketika anakku bertanya, "Kemanakah angin berhembus, seberapa banyakkah tempat berteduh?" Mari kita mencoba bersahabat dengan alam bumi, langit dan matahari Bahasa mereka kita pelajari Tentunya dengan kalimat jiwa yang rahasia Tuhan menghendaki kita pelihara bumi beserta s'luruh isinya Untuk itu kita harus belajar bahasanya semak belukar du du du du du du du du du du du du du Untuk itu kita harus memahami du du du du du du du du du du du du du bahasa matahari [irp]
Berita kepada Kawan
Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk Disampingku kawan Banyak cerita Yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan Tubuhku terguncang Dihempas batu jalanan Hati tergetar menatap kering rerumputan Perjalanan ini pun Seperti jadi saksi Gembala kecil Menangis sedih ... Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika di kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini Sesampainya di laut Kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak Kepada matahari Tetapi semua diam Tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri Terpaku menatap langit Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan Bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada Rumput yang bergoyang [irp]
Apakah Mungkin
Apakah mungkin engkau merasakan rindu seperti yang aku derita? Jauh terbentang bukit dan lautan Waktu pun seperti berhenti berdetak Apakah mungkin gelora cintaku dapat kautangkap? Kukirim lewat angin Aku khawatir kalimat yang kutulis, kurangkai berhari-hari tetap tak berbalas Kadang-kadang bumi kucurigai menyembunyikan jawabanmu Kupelihara kegelisahan untuk mengasah ketajaman rasa, kepekaan jiwa Apakah mungkin gelombang di laut getarnya terasa sampai ke puncak bukit? Langkah di pesisir pasti tinggalkan jejak Ingin kutelusuri sampai di cakrawala Kadang-kadang bumi kucurigai menyembunyikan jawabanmu Kupelihara kegelisahan untuk mengasah ketajaman rasa, kepekaan jiwa ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho [irp]
Nyanyian Burung dan Pepohonan
Pernahkah engkau dengar nyanyian burung murai Ketika gerimis turun langit tertutup kabut Bersiul memilukan berderai menikam mendung Suara laut pun sirna, terbang entah kemana Dan disaat yang lain, kala mentari bangkit Menyiram jagad raya, kicau pun ceria Bersama semilir angin mengalirlah semangat Kecipak air kali, menyegarkan jiwa Oh, betapa jauhnya jalan terjal kutempuh Menembus kegelapan, menyibak alang-alang Oh, murai bernyanyilah mengiringi langkahku Wajah bumi semakin renta dan penuh luka Pernahkah engkau dengar nyanyian pepohonan Di tengah belantara sepi menembus kelam Kelak tinggal catatan disini pernah berdiri Tegar menyangga langit, kini tinggal puing Itulah 5 lagu Ebiet G. Ade bertema alam yang layak direnungkan untuk menyadarkan kita, betapa pentingnya alam ini bagi kita. [irp]
Topik terkait
#ebiet.g ade #lagu ebiet g.ade #lagu bertema lingkungan #penyanyi indonesia #musik indonesia