5 Jenis Gula Terbaik untuk Membuat Eco Enzyme dan Cara Penerapannya

Klikhijau.com – Sampah rumah tangga yang dihasilkan dari dapur cukup dominan loh Sahabat Hijau. Umumnya kita membuangnya begitu saja dan takdirnya berakhir di TPA. Hanya segelintir orang saja yang mem...

5 Jenis Gula Terbaik untuk Membuat Eco Enzyme dan Cara Penerapannya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sampah rumah tangga yang dihasilkan dari dapur cukup dominan loh Sahabat Hijau. Umumnya kita membuangnya begitu saja dan takdirnya berakhir di TPA. Hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya sebagai bahan kompos atau mengolahnya untuk pembuatan eco enzyme.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai eco enzyme. Sebelumnya, kenali lebih dekat dengan metode eco enzyme di SINI!

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa eco enzyme adalah larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi sisa sampah organik, gula dan air. Metode ini diperkenalkan pertama kalinya oleh Dr. Rosukan Poopanvong dari Thailand melalui riset panjang sekitar 30 tahun.

Proses pembuatan eco enzyme cukup mudah namun manfaatnya luar biasa. Cairan yang dhasilkan akan multiguna baik sebagai pupuk organik, deterjen, pestisida alami, sabun dan lainnya. Metode ini sangat efektif untuk menangani sampah organik yang komposisinya cukup besar.

Dalam pembuatan eco enzyme, selain sampah khusus seperti sisa-sisa kulit sayuran atau buah yang lembut, bahan intin lainnya adalah gula. Tanpa gula fermentasi akan gagal dihasilkan.

Jenis gula terbaik untuk eco enzyme

Lalu, jenis gula apa saja yang baik untuk pembuat eco enzyme? Dirangkum dari sejumlah pengalaman, berikut 5 jenis gula yang baik digunakan:


  • Gula aren murni



[caption id="attachment_20495" align="alignnone" width="480"]gula eco enzyme Gula Aren - Foto/Lemonimo[/caption]

Gula aren murni dbuat dari pohon aren dan tanpa campuran bahan lainnya. Jenis gula ini banyak dijumpai di pasaran. Namun, untuk produk yang murni dan berkualitas ada baiknya didatangkan dari produsennya di desa.

Pastikan Anda tidak menggunakan gula oplosan yang dalam produksinya telah bercampur dengan bahan lain seperti gula pasir, santan dan lainnya. Harga gula aren murni memang sedikit lebih mahal dari jenis oplosan.



  • Gula kelapa atau gula semut



Gula kelapa adalah gula merah yang diproduksi dari pohon kelapa. Pilih jenis gula kelapa murni dan bukan oplosan untuk kualitas terbaik.


  • Gula tebu awur atau molase kering



Gula tebu atau molase kering diproduksi khusus dengan bahan baku tebu murni dan bukan dari kelapa atau aren. Proses pengolahannya dilakukan secara tradisional, dimana tebu digiling dan menghasilan air tebu yang kemudian dipanaskan sampai menjadi gulali cair.

Setelah itu dipadatkan dengan tanpa campuran pengawet. Gula merah tebu atau molase kering dikenal sangat baik untuk pembuatan Eco Enzyme. Bahkan, apabila eco enzyme dipakai untuk keperluan pengobatan maka sebaiknya memakai gula teby untuk menghindari dari kontaminasi dari micro organisme yg tidak diinginkan.



  • Gula tebu cair



Gula tebu cair juga diproduksi dari bahan dasar tebu. Bedanya adalah pada bentuknya yang cair. Namun, jenis ini akan sangat baik pula dimanfaatkan untuk bahan utama eco enzyme bila produksi gulanya murni dan tanpa oplosan.


  • Semua gula murni tanpa proses kimiawi



Selain jenis gula di atas, sejatinya semua jenis gula merah murni dapat dijadikan bahan dasar eco enzyme sejauh pembuatannya tanpa proses kimiawi.
Bagaimana skala atau takarannya?

Sekali lagi pembuatan eco enzyme hanya memanfaatkan 3 bahan utama antara lain sampah sayur atau buah, gula dan air. Lalu, bagaimana skala atau perbandingannya?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2