5 Infomasi Penting Perihal Sistem Pertanian Organik
Klikhijau.com – Sistem pertanian alami atau organik kini semakin ramai diperbincangkan. Hal ini relevan untuk merespons sistem pertanian konvensional yang sangat bergantung pada penggunaan pupuk dan p...
Klikhijau.com – Sistem pertanian alami atau organik kini semakin ramai diperbincangkan. Hal ini relevan untuk merespons sistem pertanian konvensional yang sangat bergantung pada penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi.
Sistem pertanian konvensional tidak saja menimbulkan gradasi pada tingkat kesuburan tanah, tetapi juga meninggalkan masalah ekologi.
Penggunaan bahan-bahan kimia mengancam mikroorganisme dalam ekosistem. Akibatnya, keseimbangan alam tidak terjadi yang perlahan merusak lingkungan.
Di sisi lain, pertanian yang tidak ramah lingkungan justru membebani petani karena tingginya biaya pupuk dan pestisida. Hasil produksi pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida alami juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kesadaran akan hal inilah yang semakin memberi ruang pada penerapan sistem pertanian organik. Di sejumlah daerah, sejumlah petani mulai beralih secara perlahan menerapkan pertanian yang ramah lingkungan.
Selain aman dan efisien, sistem pertanian alami menjanjikan suatu hasil pertanian yang lebih sehat dan harga pasar lebih tinggi. Tak kalah pentingnya adalah sistem pertanian alami lebih berkelanjutan dan memastikan ekosistem di alam tetap lestari.
[irp]
Peluang regenerasi petani
Berdasar data dari Kementerian Pertanian (Kementan), usia petani di Indonesia saat ini semakin tua yakni rerata di atas 40 tahunan. Fakta menunjukkan profesi pertanian memang semakin ditinggalkan di desa-desa. Anak-anak muda lebih memilih menjadi buruh dengan migrasi ke kota-kota ketimbang menjadi petani.
Bila tidak diantisipasi lebih dini, dalam beberapa tahun ke depan jumlah petani di Indonesia akan semakin menurun. Nah, paradigma sistem pertanian organik dapat mendorong keterlibatan semakin banyak anak muda menjadi petani. Hal itu karena adanya kepastian bahwa profesi petani tidaklah kalah dengan profesi lainnya.
Dengan demikian, mendorong isu penerapan sistem pertanian organik juga satu upaya mendorong regenerasi petani. Petani muda berpotensi lebih mandiri dan lebih berorientasi pada pelestarian lingkungan.
[irp]
5 Informasi penting perihal sistem pertanian organik
DI tengah maraknya diskusi dan juga praktik cerdas perihal sistem pertanian organik, setidaknya ada 7 informasi penting perihal pertanian organik yang penting diketahui. Simak penjelasannya:-
Pengertian sistem pertanian organik
-
Prinsip dasar pertanian organik
-
7 keunggulan produk organik
- Original. Sistem pertanian organik menjanjikan hasil produksi yang lebih asli dan otentik. Maka sistem ini sangat menghindari bentuk-bentuk rekayasa genetik maupun introduksi teknologi yang tidak selaras dengan alam. Seluruh kaidah kerja yang dilakukan dalam petanian harus mengikuti kaidah alami yang ramah lingkungan.
- Sistem pertanian alami berbasis pada rasionalitas dimana kesimbangan alam menjadi basis pemikiran.
- Saat ini produk olahan pertanian organik telah menjadi isu global. Hal ini selaras dengan kesadaran kolektif manusia di dunia akan pangan sehat dan pentingnya keberlanjutan.
- Hasil produksi pertanian alami memberi jaminan keamanan bahan pangan baik aman bagi kesehatan juga aman bagi lingkungan.
- Sistem ini bersifat netral dalam arti tidak memunculkan kelompok atau pelaku agroekosistem yang dominan dan menegasikan yang lainnya.
- Sistem ini memastikan penggunaan potensi sumber daya internal yang ada. Dalam hal ini introduksi inpu-input pertanian dari luar ekosistem sebisa mungkin dihindari agar tidak terjadi disharmoni di alam.
- Sistem pertanian alami tidak berorientasi pada jangka pendek tetapi pada dimensi yang lebih lama dan berkelanjutan. Dalam hal ini, sistem pertanian organik menjamin kehidupan lintas generasi dan lingkungan.
-
Perbandingan penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia
| Pupuk organik | Pupuk kimia |
| - Pupuk organik dapat menjaga struktur tanah tetap gembur. - Meningkatkan daya serap dan daya pegang tanah terhadap air. - Menaikkan kondisi kesehatan dalam tanah. - Mengurangi tersekatnya posfat dan meningkatkan unsur hara esensial dalam tanah. | - Dapat memicu terjadinya penurunan kandungan bahan organik (zat hara tanah). - Tanah potensial erosi. - Permeabilitas tanah menurun (kemampuan tanah meloloskan air melalui pori). - Menurunnya populasi mikroba dalam tanah. |