2023 Dinobatkan sebagai Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun Terakhir

Klikhijau.com –  Tahun 2023 ini, hampir pasti dinobatkan sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Setidaknya itu terjadi dalam kurung waktu 125.000 tahun terakhir. Klaim tersebut dikeluarkan oleh para...

2023 Dinobatkan sebagai Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun Terakhir
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Tahun 2023 ini, hampir pasti dinobatkan sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Setidaknya itu terjadi dalam kurung waktu 125.000 tahun terakhir.

Klaim tersebut dikeluarkan oleh para ilmuwan di Copernicus Climate Change Service (C3S). Itu berdasarkan menyusulnya data bulan lalu.

Bulan lalu (Oktober) menunjukkan  tahun ini adalah tahun terpanas secara global, khususnya pada periode di bulan Oktober itu.

Menurut laporan Reuters  bahwa C3S mengatakan bulan Oktober tahun ini jauh lebih hangat dibandingkan rekor bulan Oktober sebelumnya yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

Adanya lonjakan suhu yang terus menerus diakui oleh  Ilmuwan iklim Universitas Princeton, Dr. Zachary Labe, sangat mengejutkannya.

“Sebagai seorang ilmuwan iklim, saya sering mengatakan bahwa bulan ini adalah rekor tertinggi baru, namun penyimpangan dibandingkan dengan rekor sebelumnya adalah hal yang sangat mengejutkan dan itulah yang kita semua coba uraikan untuk mencari tahu apa penyebabnya,” kata Labe dalam siaran persnya dikutip dari Reuters.

Labe mengatakan tidak ada tren jangka panjang hilangnya es laut di Antartika seperti yang terjadi di Arktik .

“Sejak sekitar tahun 2016 kami mulai mengamati perbedaan jumlah es laut Antartika; kami mulai mengalami tahun-tahun yang sangat rendah. Jadi, pertanyaan besarnya adalah – apa yang telah berubah sejak tahun 2016, dan apakah kita akhirnya mulai melihat dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dengan lebih jelas terlihat di Antartika,” tambah Labe.

Labe menjelaskan bahwa, meskipun suhu rata-rata global penting untuk memahami tren jangka panjang dan indikator perubahan iklim, suhu regional bisa saja berbeda.

“Pemanasan di wilayah tropis Pasifik akibat El Nino dan pemanasan di seluruh wilayah Atlantik merupakan hal yang mengkhawatirkan tahun ini,” kata Labe dalam siaran persnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2