1 Kantong Teh Celup Dihuni Miliaran Mikroplastik, Benarkah?
Klikhijau.com - "Selamat ngopi!" Chat seorang lelaki kepada kenalan barunya. Ucapan itu seperti basa basi saja. Sebab kenalan barunya adalah perempuan. Dan ia tahu perempuan dominan tak doyan kopi....
Klikhijau.com - "Selamat ngopi!" Chat seorang lelaki kepada kenalan barunya. Ucapan itu seperti basa basi saja. Sebab kenalan barunya adalah perempuan.
Dan ia tahu perempuan dominan tak doyan kopi. Beberapa saat kemudian, balasan chat ia terima.
"Saya tak suka kopi, teh saja,"
"Teh celup?"
[irp posts="3759" name="Mikroplastik Sebagai Petaka yang Mengancam Biota Laut"]
"Iya, lebih simple, tak perlu ditapis,"
Lelaki itu tak lagi membalas chat kenalan barunya tersebut. Ia sibuk memikirkan artikel yang ia baca di Nationalgeographic.co.id tentang teh celup mengandung mikroplastik.
Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik yang sangat kecil. Ukurannya kurang dari 5 mm dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Selama bertahun-tahun, sebagian teh celup terbuat dari kertas, tapi belakangan ini, beberapa perusahaan telah menggunakan jerat plastik di dalamnya.
Sebuah studi terbaru menemukan fakta bahwa satu kantong teh celup pada air mendidih dengan suhu pembuatan 95 derajat Celcius, dapat melepaskan sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik ke dalam satu cangkir.
[irp posts="4354" name="Waspada, Tanpa Disadari Mikroplastik Bisa Masuk ke Tubuh Manusia"]
Saat ini, diperkirakan manusia mengonsumsi lebih dari 74.000 partikel mikroplastik dalam setahun. Jika ini benar, maka jumlah yang ada pada teh celup merupakan ratusan ribu kali lipatnya.
Para peneliti dari McGill University, suhu lebih dari 40 derajat Celcius dapat merusak plastik, bahkan plastik food-grade sekalipun. Berangkat dari masalah inilah, mereka kemudian berusaha menyelidiki bagaimana kandungan mikroplastik pada teh celup.
Peneliti mengumpulkan empat merek teh celup, memisahkan daun teh dari bungkusnya, kemudian membilasnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa apa pun yang mereka temukan tidak berasal dari teh.
Untuk setiap merek yang diuji, tiga kantung teh kosong ditempatkan dalam satu botol gelas bersih, dan direndam dalam 10 mililiter air bersuhu 95 derajat Celcius selama 5 menit. Kemudian, kantong teh dipindahkan dan air dituang ke dalam wadah kaca bersih.
[irp posts="1681" name="Kabar Buruk, Benda Ukuran 5 mm Ini Jadi Ancaman Nyata Bagi Mamalia Laut"]
Hasilnya menunjukkan bahwa kantong teh mengalami keretakan dan degradasi yang signifikan setelah diseduh. Selain itu, para peneliti juga menemukan banyak mikro dan nanopartikel plastik di dalam air.