Zimbabwe Dilanda Kekeringan, 55 Gajah Mati karena Kelaparan

oleh -173 kali dilihat
Perihal Orang Pertama Dipenjara 30 Tahun karena Perburuan Satwa Liar
Gajah/foto-DW
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Lubang-lubang air yang dulu menawarkan kehidupan, justru membawanya pada kematian. Lubang-lubang air itu berada di sekitar Taman Nasional Hwange, Zimbabwe.

Hal itu diungkapkan Tinashe Farawo juru bicara Zimparks. Ia mengatakan, hewan-hewan itu mati di dekat lubang-lubang air di sekitar Taman Nasional Hwange. Sebuah tanda bahwa mereka telah menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air.

Badan satwa liar itu, Senin, 21 Oktober 2019 kemarin mengungkapkan, sejak September lalu setidaknya 55 gajah telah tewas di taman bermain di Zimbabwe barat itu. Penyebab utamanya karena kelaparan yang disebabkan oleh kekeringan parah.

“Situasinya mengerikan. Gajah-gajah sekarat karena kelaparan dan ini adalah masalah besar,”kata Farawo.

KLIK INI:  Melacak Ancaman Kepunahan Gajah Sumatera dan Strategi Menyelamatkannya

Yang lebih mengerikan lagi, menurut Zimparks (Zimbabwe Parks and Wildlife Management Authoritylebih dari 200 orang telah tewas akibat serangan gajah dalam lima tahun terakhir.

“Kehancuran besar-besaran” vegetasi di Hwange yang disebabkan oleh gajah, yang juga merayap di desa-desa di dekat taman permainan, meningkatkan konflik dengan manusia.

Tak punya dana

Untuk mengatasi masalah tersebut, agensi sedang mencari cara untuk mengebor lebih banyak lubang bor di Hwange karena beberapa yang sudah kering, sayangnya mereka tidak memiliki uang, kata Farawo. Badan tersebut tidak mendapatkan dana dari pemerintah.

Pada masa lalu Zimbabwe telah menjual bayi gajah ke Cina. Mereka beralasanan bahwa mereka membutuhkan uang untuk konservasi di Hwange. Yang populasi gajahnya tiga kali lipat dari daya dukung taman tersebut.

Taman tersebut memang luas sebab mampu enampung kawanan gajah terbesar kisaran 50.000 ekor.

KLIK INI:  PLTB Sidrap Mencapai Tonggak Pencapaian Produksi Energi Bersih Terbarukan 1.000 GWh

Menurut artikel MacDonald Dzirutwe di Reuters. Pada tahun 2016, Zimbabwe menjual hewan buasnya. Mereka   mengatakan  membutuhkan pembeli untuk masuk dan menyelamatkan binatang buas dari kekeringan dahsyat lainnya.

Zimbabwe, dengan dukungan dari negara tetangga Botswana, Namibia, Afrika Selatan, gagal melobi Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES) untuk mencabut larangan perdagangan gading pada pertemuan Agustus.

Zimbabwe mengatakan cadangan gadingnya bernilai $300 juta, uang yang bisa digunakan untuk konservasi.

KLIK INI:  Krisis Air Semakin Serius, Ini yang Mesti Dilakukan