Waspada, Paparan Air Banjir Juga Mengirim Ancaman Bagi Kulit
Klikhijau.com - Musim hujan tanpa banjir sekarag ini terasa hampa. Musim hujan yang biasanya disambut suka cita kerpa berubah jadi bencana. Semisal yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya yang dihan...
Klikhijau.com - Musim hujan tanpa banjir sekarag ini terasa hampa. Musim hujan yang biasanya disambut suka cita kerpa berubah jadi bencana.
Semisal yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya yang dihantam banjir. Kejadian serupa bisa saja juga terjadi pada daerah lain. Apalagi menurut BMKG, musim hujan belum mencapai puncaknya.
Banjir memang meresahkan dan merusak barang-barang yang berharga. Selain itu, juga bisa mengancam kesehatan.
Tak sedkit orang yang berjalan melewati genangan air saat banjir. Padahal hal tersebut bisa berbahaya pada kulit.
[irp]
Sebab permukaan kulit menjadi bagian tubuh yang terpapar langsung dengan air yang telah terkontaminasi bakteri.
Kulit yang bersentuhan langsung dengan banjir tak menutup kemungkinan akan mengakibatkan sejumlah gangguan pada kulit hingga infeksi yang bisa berujung fatal.
Menurut ahli dermatologi, Justin P Bandino, selulitis atau infeksi pada kulit dan jaringan lunak di bawahnya menjadi kondisi umum yang menyerang saat banjir.
Infeksi ini dapat terjadi saat kulit yang terluka terpapar langsung dengan air banjir yang terkontaminasi bakteri.
"Luka kecil sekali pun, jika terpapar oleh bakteri yang ada dalam air banjir, dapat mengakibatkan infeksi yang berbahaya," ujar Bandino, menyitat situs American Academy of Dermatology.
[irp]
Bakteri ini umumnya menyerang tubuh melalui luka dan lecet pada kulit. Infeksi dapat menyebar dengan cepat dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan di bawahnya dan menyebabkan matinya jaringan tubuh.
Mengutip Health, sebagian dari kematian saat Badai Florence menghantam AS pada 2018 lalu juga dikaitkan dengan infeksi kulit.
Gejala infeksi kulit ini di antaranya kemerahan yang terus membesar, rasa sensasi hangat atau terbakar, dan kulit di area sekitar luka yang melepuh.
"Sangat penting untuk memerhatikan semua luka yang ada pada permukaan kulit dan mencari perawatan segera. Infeksi ini bisa berujung fatal," ujar Bandino.
Cuci dan tutup bagian luka untuk mencegah infeksi. Jika kondisi tak kunjung membaik dan disertai dengan demam, muntah, dan pusing, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin.