Waspada! Karhutla dan Kemarau Berkepanjangan Picu Kasus Ispa

oleh -76 kali dilihat
Waspada! Karhutla dan Kemarau Berkepanjangan Picu Kasus Ispa
Ilustrasi/foto-equator.co.id
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Demi mencegah kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) naik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karthutla).

Ia mengingatkan pencegahan secara maksimal jauh lebih baik dan efektif daripada pemadaman. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko beberapa waktu lalu. Menurut Jokowi, apabila sudah terjadi kebakaran, dampak yang besar akan memengaruhi segala aspek kehidupan baik sosial, kesehatan maupun keamanan.

Dampak sangat besar akibat asap karhutla yang terjadi setiap tahun, Doni tidak ingin kasus ISPA seperti pada tahun 2015 silam terulang. Data BNPB pada Oktober 2015 mencatat, 503 ribu jiwa kena ISPA dan 43 juta jiwa terpapar asap.

KLIK INI:  Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

“Energi sebagai bangsa, jangan hanya tersedot untuk urusan kebakaran hutan dan lahan saja,” jelas Doni.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono mengatakan saat ini terjadi peningkatan penyakit ISPA di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satu faktor yang memengaruhi yakni musim kemarau yang terjadi. Selain karena musim kemarau, peningkatan penyakit ISPA juga dikarenakan peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia.

Capai 3.000 kasus

Sejauh ini kami mengikuti data penyakit ISPA dari beberapa daerah yang dilaporkan ke Kemenkes, secara umum dalam tiga minggu terakhir ada peningkatan kasus di Indonesia secara umum. Peningkatan cukup signifikan, tapi tidak tinggi sekitar 3.000 (tiga ribu) kasus per periode Agustus ini, jelas Anung Sugihantono.

KLIK INI:  Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

Menurut Anung, total jumlah kasus tersebut hasil akumulatif dari beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi, ia belum bisa merinci jumlah kasus pada masing-masing daerah.

Namun demikian, Anung mengatakan jumlah total kasus penyakit ISPA, baik saat musim kemarau atau tidak, tak pernah menunjukkan angka yang signifikan. Meski jumlah kasus penderita ISPA mencapai 3.000 (tiga ribu) kasus, Anung mengatakan belum ditemukan adanya kasus kematian akibat hal tersebut.

Oleh sebab itu, Anung mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Serta mengimbau juga kepada daerah-daerah untuk sigap mengendalikan ISPA.

“Untuk daerah-daerah dengan intensitas kemarau lebih tinggi, khususnya daerah-daerah yang mengalami kebakaran hutan atau ada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan polutan di satu daerah, agar gunakan masker saat keluar rumah,” katanya.

KLIK INI:  Diperlukan Penegakan Hukum Lebih Ketat untuk Atasi Karhutla
Agar tubuh tetap fit

Menurut Anung, untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, Kemenkes mengimbau agar masyarakat di daerah tersebut lebih banyak mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan air mineral daripada hari biasanya. Selain itu, kata Anung, masyarakat dimbau tidak melakukan pengobatan secara mandiri.

Sebab, kata dia, sebaiknya mempercayakan penanganan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dengan tenaga yang kompeten.

Musim kemarau berkepanjangan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja.

Namun, semua pihak termasuk masyarakat turut bertanggungjawab menciptakan langit biru dan udara bersih untuk Indonesia bebas asap dan penyakit ISPA.

KLIK INI:  Ada Apa dengan Sampah Plastik, Kenapa Tidak Boleh Dibakar?