Udara, Sarang Utama Mikroplastik yang Bersarang di Tubuh Manusia
Klikhijau.com – Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2025 lalu. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) mengkhawatirkan lambannya pemerintah dalam mengendalikan po...
Klikhijau.com – Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2025 lalu. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) mengkhawatirkan lambannya pemerintah dalam mengendalikan polusi mikroplastik di udara.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, sebab dalam tubuh manusia saat ini telah terpapar mikroplastik. Paparan kontinyu mikroplastik terutama melalui inhalasi atau saluran pernafasan. Manusia menghirup mikroplastik 0,1-5 gram/minggu.
“Saat ini kondisi kontaminasi mikroplastik di udara menjadi salah satu sumber utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia” ungkap Alaika Rahmatullah, Koordinator Pendidikan dan kampanye Ecoton
Temuan terbaru menunjukkan bahwa akumulasi mikroplastik dalam otak manusia akan memicu gangguan neuroimflamasi dan autoimun. Jaringan otak mengandung proporsi polietilena yang lebih tinggi dibandingkan komposisi plastik di hati atau ginjal, sifat mikroplastik otak yang terisolasi, yang sebagian besar hadir sebagai fragmen seperti pecahan skala nano. Mengendap di dinding serebrovaskular dan sel imun.
[irp]
Riset Bioaccumulation of microplastics in decedent human brains (Bioakumulasi mikroplastik di otak manusia yang telah meninggal) di Meksiko pada tahun 2025 Peneliti Alexander J. Nihart DKK.
“Keberadaan polietilen dalam otak harus menjadi peringatan keras bagi masyarakat Indonesia, karena selama ini penduduk Indonesia mengkonsumsi mikroplastik 15 gram/bulan, temuan ini menempatkan penduduk Indonesia sebagai manusia dunia yang paling banyak mengkonsumsi mikroplastik” ungkap Alaika, lebih lanjut Alumni Biologi UIN Malang ini menjelaskan bahwa plastik jenis polietilen umumnya berasal dari botol air minum dalam kemasan.